Penderita Diabetes Positif Covid-19 Boleh Isolasi Mandiri, Ini Syaratnya

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 09 Oktober 2021 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 09 481 2483755 penderita-diabetes-positif-covid-19-boleh-isolasi-mandiri-ini-syaratnya-xSeO2XKAfe.jpg Ilustrasi penderita diabetes positif covid-19. (Foto: Shutterstock)

PENDERITA diabetes bisa melakukan isolasi mandiri di rumah jika dinyatakan positif covid-19, tapi dengan gejala ringan atau tanpa gejala. Demikian diungkapkan Dr dr Wismandari SpPD-KEMD, dokter spesialis penyakit dalam konsultan endoktrin, metabolic, dan diabeters.

Gejala covid-19 ringan di antaranya adalah demam, batuk, nyeri sendiri, nyeri kepala, diare, hidung tersumbat, mual, muntah, anosmia, ageusia, frekuensi napas 12–20 kali per menit, dan saturasi oksigen di atas 95 persen. Sedangkan untuk gejala sedang dan berat tidak disarankan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Baca juga: Kenali 5 Penyebab Diabetes, Penyakit yang Diderita Dorce Gamalama 

"Syarat isolasi mandiri untuk pasien diabetes sebenarnya sama dengan yang lain, seperti menerapkan etika batuk, rutin memantau gejala, pemeriksaan suhu dan saturasi dua kali sehari pagi dan malam, kamar memiliki ventilasi yang baik dan terpisah dengan yang lain," jelas dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) ini dalam webinar 'Diabetes dan Covid-19' pada Kamis 7 Oktober 2021.

Akan tetapi, lanjut dia, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh penderita diabetes yang sedang menjalani isolasi mandiri. Pertama adalah banyak minum cairan untuk menghindari dehidrasi. Kedua, jika kadar gula darah kurang dari 70 miligram per desiliter (mg/dl) atau di bawah target kisaran, maka wajib mengikuti aturan 15-15.

Baca juga: Diabetes Insidipus, Kenali Gejalanya 

"Aturan 15-15 itu, konsumsi 15 gram karbohidrat sederhana yang mudah dicerna seperti permen, madu, atau jus buah. Lalu cek ulang kadar gula darah 15 menit setelahnya dan cek gula darah lebih sering dari biasanya atau setiap 2–3 jam," beber dr Wismandari, seperti dikutip dari Antara.

Ketiga, lanjut dia, penderita diabetes juga wajib mengenal tanda dan gejala Ketoasidosis Diabetik (KAD) dan Hyperglycemic Hyperosmolar Syndrome (HHS) seperti rasa haus berlebih, frekuensi buang air kecil bertambah sering, kelemahan, mual dan muntah terus-menerus, nyeri perut berat, serta gangguan kesadaran.

Baca juga: Cegah Diabetes, Komorbid yang Tingkatkan Risiko Komplikasi Pasien Covid-19 

"Apabila kadar gula darah lebih dari 240 mg/dl dalam dua kali pengecekan, maka segera hubungi tim medis," saran dr Wismandari.

Lalu yang keempat atau terakhir adalah rajin mencuci tangan dan membersihkan alat pemantau gula darah setelah digunakan. "Jika ada perburukan gejala COVID-19, perburukan gejala hipoglikemia dan gejala KAD, enggak perlu nunggu lagi segera ke rumah sakit," tuntasnya.

Baca juga: Waspadai Diabetes pada Anak, Kenali Gejala dan Cara Mengontrol Gula Darah 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini