Selain Tak Sadarkan Diri Seperti Dorce Gamalama, Ini Tanda Hipoglikemia Lainnya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 11 Oktober 2021 10:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 481 2484346 selain-tak-sadarkan-diri-seperti-dorce-gamalama-ini-tanda-hipoglikemia-lainnya-PuLYcy8QPK.jpg Dorce (Foto: Inst)

RUPANYA selebriti senior Dorce Gamalama masih menjalani perawatan intensif di Primaya Hospital Bekasi Barat. Artis berusia 58 tahun itu diketahui mengalami penurunan kadar gula dalam darah yang sangat rendah atau disebut hipoglikemia.

Pingsan, itu yang dialami Dorce Gamalama saat penyakit itu muncul. Menurut dokter penanggung jawab yang merawat Dorce Gamalama, Dokter Spesialis Saraf Primaya Hospital Bekasi Barat, dr Fakhrunnisa, Sp.S, selain pingsan, ada beberapa efek yang timbul akibat hipoglikemia.

Dorce 

"Orang yang mengalami hipoglikemia cenderung merasa tidak nyaman, tubuhnya lemas, sulit berkonsentrasi, pusing, mengantuk, kelaparan sehingga aktivitas sehari-harinya terganggu," papar dr Fakhrunnisa dalam keterangan resmi yang diterima MNC Portal, Senin (11/10/2021).

Selain gejala di atas, ada juga beberapa gejala hipoglikemia yang banyak dilaporkan kasusnya, antara lain badan gemetar, berkeringat, kebingungan, pandangan mata ganda atau kabur, hilang keseimbangan, mudah marah, bicara tidak jelas, dan masih merasa lelah saat bangun tidur pada pagi hari.

"Jika parah, pasien hipoglikemia bisa tiba-tiba pingsan atau tidak sadarkan diri, sehingga berbahaya sekali jika mereka sedang dalam perjalanan, misal saat menyetir kendaraan," lanjut dr Fakhrunnisa.

"Bila pasien hipoglikemia tidak ditangani dengan baik dan segera, penyakit itu bisa mengakibatkan komplikasi seperti kejang-kejang, hilang kesadaran, bahkan kerusakan otak," tambahnya.

Akan menjadi sangat parah jika seseorang yang mengalami gejala hipoglikemia di atas tidak menyadarinya bahkan cenderung mengabaikan kondisi-kondisi tersebut. Menurut dr Fakhrunnisa, orang tersebut akan mengalami yang namanya kondisi 'hipoglikemia unawareness'.

"Jika hipoglikemia diabaikan atau tidak disadari, tubuh menjadi kurang sensitif terhadap gejala tersebut. Akibatnya, otak tak lagi bisa merespons kadar gula darah yang turun hingga berdampak fatal terhadap kondisi pasien," tambahnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini