Jepang Temukan Virus Baru Bernama Yezo, Menyebar ke Manusia Sebabkan Demam!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 11 Oktober 2021 12:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 481 2484409 jepang-temukan-virus-baru-bernama-yezo-menyebar-ke-manusia-sebabkan-demam-0H9nxpii6P.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

VIRUS corona bukan satu-satunya ancaman kesehatan manusia saat ini. Ya, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung, tapi peneliti di Jepang belum lama ini menemukan virus baru bernama Yezo.

Informasi yang tersebar menjelaskan bahwa virus Yezo tersebut bisa menyebar ke manusia juga, sama seperti virus corona penyebab Covid-19. Tak hanya menyebar, jika seseorang terpapar virus ini, penyakit serius akan dialami.

Menurut laporan The Health Side, peneliti di Universitas Hokkaido Jepang menemukan nairovirus baru yang mana virus tersebut disebabkan oleh gigitan kutu yang menular. Virus Yezo sendiri terdeteksi pertama kali pada seorang pria berusia 41 tahun yang dirawat di rumah sakit pada 2019 dengan gejala demam dan sakit kaki setelah digigit kutu saat berjalan di hutan Hokkaido.

Virus Yezo

"Setelah dua minggu perawatan, dia dibolehkan pulang. Semua virus tick-borne yang diketahui pada saat itu hasil laboratoriumnya dinyatakan negatif pada tubuh si pria. Tahun berikutnya, pasien lain dirawat dengan gejala serupa setelah digigit kutu juga," papar laporan tersebut, dikutip MNC Portal, Senin (11/10/2021).

Lebih lanjut, darimana asal usul virus Yezo?

Asal usul virus Yezo sebelumnya tidak jelas, tetapi para ahli akhirnya menemukan bagaimana virus itu menyebar. Demam, serta berkurangnya jumlah leukosit dan trombosit darah, adalah beberapa gejalanya.

Baca Juga : Pandemi Covid-19 Belum Mereda, Kini Muncul Virus Marburg

Peneliti Universitas Hokkaido, yang dipimpin ahli virologi Keita Matsuno dari Institut Internasional untuk Pengendalian Zoonosis, melakukan analisis genetik pada sampel darah dari dua pasien tersebut dan menemukan nairovirus baru.

"Keluarga virus ini mengandung 'Virus Domba Nairobi' dan virus demam berdarah Krimea-Kongo, yang keduanya ditularkan melalui gigitan kutu," terang laporan ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications.

Menurut penelitian tersebut, para peneliti telah mencari bukti virus dalam sampel darah pasien yang memiliki gejala serupa dan dirawat di rumah sakit sejak 2014. Mereka menemukan bukti virus Yezo pada setidaknya lima orang lainnya.

Gejala yang muncul pada pasien yang terinfeksi virus Yezo pun mirip, yaitu mengalami demam tinggi, trombosit darah dan sel darah putih rendah. Pasien-pasien juga menunjukkan tanda-tanda fungsi hati yang abnormal.

Matsuno lebih lanjut mengkonfirmasi bahwa setidaknya tujuh orang terinfeksi virus baru ini di Jepang tetapi tidak ada kematian yang dikonfirmasi sejauh ini.

Para ahli menyerukan investigasi mendalam

Para peneliti menemukan tanda-tanda antibodi Yezo pada rakun dan rusa Hokkaido Sika, yang merupakan hewan asli wilayah tersebut, setelah menyaring sampel darah yang diambil dari satwa liar selama periode 10 tahun mulai 2010. Studi ini juga menemukan RNA virus Yezo pada tiga spesies kutu utama di seluruh pulau di utara Jepang.

"Meskipun tidak ada kematian terkait dengan Yezo sejauh ini, Matsuno percaya bahwa pengujian di luar Hokkaido dan di rumah sakit di seluruh Jepang sekarang sangat penting," tutup laporan tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini