Vaksin Covid-19 mRNA Picu Peradangan Jantung, Ini Penjelasannya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 11 Oktober 2021 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 481 2484465 vaksin-covid-19-mrna-picu-peradangan-jantung-ini-penjelasannya-pIL47Od6Xf.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

BEREDAR kabar yang menyebutkan bahwa vaksin Covid-19 yang berbasis mRNA dapat menyebabkan peradangan jantung atau biasa disebut miokarditis. Kabar tersebut mengatakan bahwa risiko tersebut bisa terjadi pada anak berusia 12-18 tahun yang divaksin.

Akibatnya beberapa negara yang menggunakan vaksin mRNA melakukan stop sementara untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Negara tersebut diantaranya Denmark, Inggris, Massachussets (Negara bagian AS), dan Swedia. Lantas apa fakta sebenarnya?

Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i, melalui akun Instagram pribadinya @dr.fajriaddai, Senin (11/10/2021) mencoba meluruskan kabar yang tengah menjadi perhatian masyarakat tersebut.

Vaksin mRNA

Berdasarkan dua laporan terbaru yang dipublikasikan oleh jurnal kesehatan Israel dan CDC yang dibahas oleh Nature, menyebut bahwa rata-rata orang yang mengalami risiko peradangan jantung adalah sebesar 1:50 ribu orang yang disuntik.

Baca Juga : Menkes : Varian Delta Bikin Efikasi Vaksin Berbasis mRNA Turun Drastis

Walaupun begitu, penyebab utama peradangan jantung yang disebabkan oleh vaksin ini masih masih membutuhkan data lebih lanjut. Fakta lain juga menyebut bahwa 95 persen peradangan jantung yang terjadi, statusnya ringan dan sembuh. Jadi risikonya itu kecil dari jutaan orang yang divaksin.

Selain itu fakta unik lainnya adalah peranan jantung akibat Covid-19 sendiri jauh lebih besar. Dampaknya 18 kali lebih besar dibandingkan vaksin. Sehingga bisa dikatakan risiko miokarditis sangat kecil, tapi tetap dibutuhkan data lebih lanjut dan bagaimana ke depannya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini