21.880 Orang Dilibatkan di Sero-Prevalence Survey Kemenkes, Apa Tujuannya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 11 Oktober 2021 18:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 481 2484647 21-880-orang-dilibatkan-di-sero-prevalence-survey-kemenkes-apa-tujuannya-POsk1v3vto.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

KASUS Covid-19 Indonesia terus memperlihatkan penurunan angka, bahkan bisa dikatakan cukup drastis. Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, salah satunya karena sudah terciptanya kekebalan atau antibodi di antara masyarakat.

"Melihat bahwa kasus di Indonesia turun sangat drastis, salah satu penjelasan ilmiahnya, karena banyak rakyat Indonesia yang sudah memiliki kekebalan, baik secara alamiah atau vaksinasi," papar Menkes Budi di konferensi pers virtual, Senin (11/10/2021).

Menkes Budi

Bergerak dari temuan ilmiah tersebut, sambung Menkes Budi, Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri sudah menyiapkan sero-prevalence survey terhadap 21.880 sampel di 34 provinsi, di 100 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

"Hasil survei ini diharapkan selesai di pertengahan Desember 2021 dan bisa memberikan gambaran lengkap mengenai kondisi kekebalan atau antibodi dari seluruh rakyat Indonesia dan menjadi basis penyusunan kebijakan pemerintah kedepannya," ungkap Menkes terkait tujuan penyelenggaraannya survei ini.

Baca Juga : Menkes Budi: Indonesia Ranking 5 Negara Terbanyak Suntik Vaksin Covid-19 di Dunia

Rencananya, pelaksanaan sero-prevalence survey akan dilakukan per 6 bulan. "Survei antibodi ini bekerja sama dengan Universitas Indonesia Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Badan Kesehatan Dunia (WHO)," terang Menkes.

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut dilakukan agar hasil survei nantinya bisa dibagikan ke dunia. "Ini juga upaya kami menunjukkan kesiapan Indonesia dalam mengantisipasi penanganan pandemi dan transisi menjadi endemi," tambahnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini