Sebelum Jualan Tas Mewah, Hermes Berjualan Pelana

Melati Septyana Pratiwi, Jurnalis · Selasa 12 Oktober 2021 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 194 2485075 sebelum-jualan-tas-mewah-hermes-berjualan-pelana-vE6GMM5TAd.jpg Hermes (Foto: Unsplash)

RUPANYA produk tas dari salah satu brand ternama Prancis, Hermes, nampaknya menjadi favorit para sosialita.

Hermes terkenal dengan tas kulit berkualitas tinggi yang memiliki harga selangit, Tapi ternyata , dulu produsen Hermes tidak langsung mengeluarkan produk tas mewah.

Perusahaan Hermes didirikan pada tahun 1937 di Paris oleh Thierry Hermès. Pada awal berdiri, Hermes belum memproduksi tas seperti sekarang ini.

produk hermes 

Hermes awalnya berujuan untuk melayani kebutuhan bangsawan Eropa. Saat itu Hermes menyediakan pelana, kekang, dan perlengkapan berkuda lain dengan bahan kulit.

Kuliatas produk Hermes sejak dulu memang tidak diragukan lagi, pada masa itu Hermes berhasil mendapatkan beberpa penghargaan, salah satunya First Class Medal of the Exposition of Paris.

Thierry Hermes meninggal dunia pada tahun 1878. Hal ini membuat bisnis Hermes diteruskan oleh putranya, Charles Emile Hermes

Secara bertahap Hermes mulai menawarkan produknya ke masyarakat luas dari generasi ke generasi. Hermen menjual pelana serta memperkenalkan produknya di toko-toko ritel antara tahun 1880 dan 1900.

Tahun 1900, Charles bersama anaknya mendesain sebuah tas dan memproduksinya. Namun ini bukan lah tas mewah wanita yang sering diburu selebritis hingga sosialita. Melainkan tas "Haut à Courroies”. Tas ini masih berkaitan dengan pelana yang diproduksi Hermes yakni berfungsi sebagai tempat pelana.

Ketika Charles pensiun, ia memberikan bisnis Hermen kepada kedua anaknya yakni Adolphe and Emile-Maurice.

Hermes mulai melebarkan sayap di dunia fashion. Tahun 1918 Hermes memperkenalkan jaket golf kulit pertama dengan ritsleting. Jaket ini dibuat untuk Edward, Prince of Wales. Atas perjanjian Karena perjanjian hak eksklusif antara mereka, ritsleting dikenal di seluruh Prancis sebagai 'fermeture Hermes',

Penjualan peralatan berkuda menurun, hingga akhirnya Adolphe Mermes meninggalkan perusahaan. Namun Emile-Maurice masih menjalankan Hermes.

Tas kulit pertama Hermes akhirnya diproduksi pada tahun 1922. Tas ini diproduksi karena istri Emile mengeluh dirinya tidak dapat menemukan tas sesuai dengan seleranya. Adapun tas yang dimaksud adalah versi lebih kecil dari tas 'Haut a Courroies" yang diproduksi 22 tahun sebelumnya.

Hermes meluncurkan salah satu bmemasuki sejarah mode sebagai ikon, tas Sac a depeches, yang kemudian dikenal sebagai tas Kelly. Setelah itu Hermes terus menjual berbagai produk lainnya seperti Hermes Carres (syal) pada tahun 1937, dasi sutra serta parfume 'Eau d' Hermes' pada tahun1949.

Perusahaan Hermes mulai memasuki Amerika Serikat di tahun 1930an. Kemudian 20 tahun berselang, Hermes pun mulai memperkenalkan logo ikonik nya beserta box oranye yang dipakai untuk packaging produknya.

Hermen juga mendririkan anak perusahaan jam tangan yakni La Montre Hermes di Bienne, Swiss. Tidak sampai situ Hermes bahkan mengakuisisi produsen peralatan makanan Puiforcat, Saint Louis dan Perigord pada 1980-an.

Hingga pada akhirnya tahun 1984 Hermes memperkenalkan tas Birkin yang sangat populer hingga kini. Tas ini tercipta setelah terjadi percakapan antara CEO Hermes kala itu, Jean-Louis Duma dan penyanyi Jane Birkin dalam penerbangan dari Paris menuju London.

Seperti yang diketahui sampai sekarang pun tas Birkin dengan beragam varian laris manis di kalangan sosialita. Satu buah tas Birkin bisa mencapai harga sekitar 170 juta rupiah hingga miliaran rupiah.

Hermes selalu menggunakan bahan kulit berkualitas tinggi yang kemudian dipadukan dengan logam mulia. Selain itu satu tas Hermes membutuhkan waktu yang sangat lama dalam pengerjaannya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini