Pandemi Terbukti Tingkatkan Jumlah Orang Depresi dan Cemas

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 12 Oktober 2021 01:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 481 2484814 pandemi-terbukti-tingkatkan-jumlah-orang-depresi-dan-cemas-qUGzUsJk7P.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

SELAMA pandemi Covid-19, seseorang sangat rentan mengalami gangguan kesehatan mental. Banyak orang mengalami depresi, stres hingga trauma berat, terutama bagi mereka yang positif Covid-19, para penyintas, juga tenaga kesehatan.

Kementerian Kesehatan RI merilis data sekira 32,6-45% penduduk yang terpapar Covid-19 mengalami gangguan depresi. Sementara itu, bagi para penyintas Covid-19, sekira 10,5-26,8% juga mengalami gangguan depresi.

Begitu juga selama pandemi, lebih dari 60% mengalami gejala ansietas. Lebih dari 70% juga mengalami gangguan stres pascatrauma. Satu dari tiga orang yang menderita Covid-19 mengalami distress psikologik.

 kesehatan mental

Banyak faktor yang memicu seseorang mengalami gangguan kesehatan mental. Salah satunya yakni stigma dan diskriminasi. Dua faktor tini tidak hanya berdampak pada kondisi kesehatan pasien dengan gangguan fisik dan kejiwaan, tetapi juga pada keluarga," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza dr. Celestinus Eigya Munthe, Sp.KJ, M.Kes lewat keterangan tertulis.

Tak hanya pada pasien Covid-19, fakta menarik lainnya juga ditemukan pada tenaga kesehatan dan pekerja garis depan lainnya, pelajar, orang yang tinggal sendiri, dan mereka yang memiliki masalah kesehatan jiwa yang sudah ada sebelumnya. Beberapa studi menunjukkan adanya peningkatan kasus depresi dan ansietas (atau kecemasan) selama masa pandemi.

dr. Celestinus mengatakan, berbagai upaya promotif, preventif, kuratif serta rehabilitatif telah dilakukan untuk mencegah masyarakat agar terbebas dari ancaman gangguan kesehatan mental.

“Ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran tentang isu-isu kesehatan jiwa di seluruh dunia dan memobilisasi upaya dalam mendukung kesehatan jiwa,” katanya

Edukasi yang dilakukan bertepatan dengan Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) ini melibatkan banyak kalangan. Dari mulai tenaga profesional, komunitas hingga melibatkan pemangku kepentingan lainnya.

"Tahun ini temanya “Mental Health in An Unequal World". Peringatan ini juga dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan pentingnya pencegahan," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini