Angka Kasus Kebutaan Diprediksi Meningkat Akibat Pandemi, Apa Sebabnya?

Siska Permata Sari, Jurnalis · Selasa 12 Oktober 2021 12:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 481 2484990 angka-kasus-kebutaan-diprediksi-meningkat-akibat-pandemi-apa-sebabnya-Jct0aj47gC.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

ANGKA kebutaan diprediksi akan meningkat lantaran adanya pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Pusat Dr M Sidik, SpM(K) di konferensi pers virtual Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day, Selasa (12/10/2021).

Dia mengatakan, kemungkinan angka kebutaan meningkat ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga seluruh dunia. Apa penyebabnya?

“Saat ini pandemi masih berlangsung dan menyebabkan keterbatasan dalam melaksanakan berbagai tindakan, termasuk pengentasan gangguan pengelihatan dan kebutaan. Jadi, nantinya angka kebutaan mungkin kalau kita prediksi, itu bisa meningkat. Tidak hanya di Indonesia, tetapi di dunia secara umum,” kata dr M Sidik di konferensi virtual, Selasa.

Kebutaan

Dia menjelaskan, hal ini disebabkan karena tindakan-tindakan operasi untuk mengobati penyakit katarak terhambat selama pandemi Covid-19. Katarak sendiri merupakan penyebab kebutaan terbesar di Indonesia, di mana 80 persen dari 1,6 juta orang yang mengalami kebutaan, disebabkan oleh katarak.

“Kebutaan karena katarak memerlukan tindakan operasi dan penderita katarak itu setiap tahun bertambah. Sementara itu, pengentasannya dengan cara operasi selama dua tahun ini sangat berkurang, karena pasien takut untuk datang ke rumah sakit, lalu dokter juga terbatas, dan banyak hal lain yang menyebabkan pengentasannya terbatas,” ujarnya.

Baca Juga : Cegah Kebutaan Akibat Diabetes, Ikuti Langkah Ini

Padahal, kata dia, angka operasi katarak di Indonesia sempat tinggi sehingga banyak penderita yang dapat disembuhkan dan bisa melihat kembali. “Tiba-tiba datang pandemi Covid-19, otomatis pengentasannya berkurang, sehingga kebutaan karena katarak pasti meningkat,” kata dr M Sidik.

Dia mengatakan, setelah situasi membaik, pihaknya bersama Kementerian Kesehatan RI, serta dukungan berbagai pihak agar kembali bergerak mengentaskan katarak yang menjadi penyebab kebutaan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini