Studi: Pasien Covid-19 Berisiko Alami Pembekuan Darah

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 12 Oktober 2021 23:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 481 2485144 studi-pasien-covid-19-berisiko-alami-pembekuan-darah-Wajm596JcG.jpg Pasien Covid-19 (Foto: UKRI)

RUPANYA sebuah penelitian di Eropa telah menemukan peningkatan risiko pembekuan darah yang mengancam nyawa yang disebut dengan tromboemboli vena (VTE) pada pasien Covid-19 yang tidak kritis.

Artinya, pasien Covid-19 gejala sedang pun bisa mengalami masalah serius ini.

 Covid-19

Sebelumnya, pembekuan darah yang parah dikaitkan dengan kondisi Covid-19 pasien yang kritis. Semakin parah Covid-19 merusak tubuh, semakin parah juga status pembekuan darah pasien tersebut.

Menurut laporan Reuters, para peneliti melacak 2.292 pasien yang datang ke ruang gawat darurat rumah sakit dengan Covid-19 ringan atau sedang, tetapi tanpa VTE.

"Empat minggu kemudian, VTE banyak dikeluhkan kelompok pasien dalam pengawasan penelitian, diketahui ada 1 dari 200 pasien yang tidak dirawat di rumah sakit mengeluhkan VTE dan hampir 5 per 200 pasien yang dirawat di rumah sakit," tulis peneliti di studi yang diterbitkan di Thrombosis Research.

Para peneliti menyimpulkan bahwa dokter yang merawat pasien Covid-19 kondisi ringan hingga sedang perlu mewaspadai risiko masalah ini, terutama pada pasien dengan Covid-19 sedang yang memerlukan rawat inap.

Terapi yang ditawarkan peneliti

Pada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dengan penyakit sedang yang memiliki kadar protein d-dimer yang tinggi dalam darahnya, menunjukkan risiko pembekuan darah yang berbahaya di atas rata-rata.

Menurut data uji klinis, pengobatan dengan obat pengencer darah dosis tinggi heparin dengan berat molekul rendah (LMWH) secara signifikan mengurangi kemungkinan pembentukan gumpalan dan kematian.

Insiden VTE atau bahkan kematian yaitu 28,7% pada kelompok pasien Covid-19 penerima dosis tinggi, dibandingkan dengan 41,9% pada pasien yang mendapat dosis standar.

"Setelah memperhitungkan berbagai faktor risiko pasien, penggunaan obat pengencer darah dosis tinggi dapat menurunkan risiko 32% dengan heparin dosis tinggi," tulis peneliti di laporan jurnal yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine.

"Kami meluncurkan uji coba ini karena ingin melihat pasien mengalami pembekuan darah dan sekarat di depan mata langsung saat menggunakan heparin dosis standar," kata pemimpin studi Dr Alex Spyropoulos dari Institut Penelitian Medis Feinstein di New York.

"Kami dapat membuktikan bahwa kadar d-dimer lebih dari empat kali batas batas atas normal mampu memprediksi kelompok pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dengan risiko sangat tinggi, dan pemberian dosis terapi heparin pada pasien ini berhasil," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini