Konsumsi Sayur dan Buah Berpengaruh pada Kesehatan Mental Anak

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 13 Oktober 2021 19:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 298 2485876 konsumsi-sayur-dan-buah-berpengaruh-pada-kesehatan-mental-anak-FiPrCSZyjQ.jpg Anak makan sayur (Foto: Firstcry parenting)

RUPANYA penelitian terbaru menunjukkan bahwa rajin mengonsumsi buah dan sayuran segar berpengaruh pada kesehatan mental anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Melansir Healthline, penelitian yang dipublikasikan di BMJ Nutrition, Prevention & Health menunjukkan bahwa asupan buah dan sayuran yang lebih tinggi sangat terkait dengan kesehatan mental yang lebih baik pada anak sekolah menengah. Selain itu, penelitian juga menunjukkan sarapan dan makan siang bergizi dikaitkan dengan kesejahteraan emosional pada usia berapapun.

 makan buah

"Senang melihat penelitian yang fokus pada anak-anak, nutrisi yang baik, dan pengaruhnya terhadap kesehatan mental. Tampaknya ada lebih banyak stres dan kecemasan pada anak-anak sekarang, terutama dengan pandemi dan di mana mereka berada di rumah terlalu lama yang jauh dari teman sebaya dan keluarga mereka," kata Audrey Koltun, RDN, CDCES, CDN, yang berspesialisasi dalam endokrinologi pediatrik di Cohen Children's Medical Center dari NY.

Untuk mengeksplorasi apakah pilihan makanan dapat dikaitkan dengan kesehatan mental, para peneliti menggunakan survei lebih dari 50 sekolah di Inggris.

Secara total, hampir 11.000 siswa menyelesaikan survei (dengan 8.823 survei yang valid) dan bukti menunjukkan bahwa skor kesehatan mental rata-rata adalah 46,6 dari 70 untuk anak-anak sekolah menengah dan 46 dari 60 untuk anak-anak sekolah dasar.

Dari jumlah tersebut, hanya 25 persen anak sekolah menengah dan 28,5 persen anak sekolah dasar yang melaporkan makan lima porsi buah dan sayuran yang direkomendasikan setiap hari.

Sepuluh persen dan sembilan persen, masing-masing, tidak makan buah dan sayuran. Sekitar 21 persen anak-anak sekolah menengah dan 12 persen siswa sekolah dasar hanya mengkonsumsi minuman non-energi atau tidak sama sekali untuk sarapan, sementara 11 persen tidak makan siang.

Penelitian menemukan bahwa siswa yang makan satu atau dua porsi harian buah dan sayuran mencetak 1,42 unit lebih tinggi, sementara makan tiga atau empat porsi menunjukkan peningkatan 2,34 unit. Mereka yang makan lima porsi atau lebih memiliki skor 3,73 unit lebih tinggi.

"Pada tingkat mendasar, nutrisi yang cukup diperlukan untuk menyediakan bahan pembangun bagi perkembangan dan fungsi tubuh baik pada anak-anak maupun orang dewasa, termasuk pertumbuhan dan replikasi sel, sintesis DNA, neurotransmitter serta metabolisme hormon, khususnya penting bagi anak-anak, nutrisi optimal sangat penting untuk perkembangan otak," kata para peneliti.

Seperti dilansir dari Antara, penulis penelitian mengakui penelitian mereka memiliki keterbatasan, termasuk fakta bahwa tanggapan survei bisa jadi tidak akurat.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini