Menkes Sentil Sumbar karena Cakupan Vaksinasi Covid-19 Rendah

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 13 Oktober 2021 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 481 2485605 menkes-sentil-sumbar-karena-cakupan-vaksinasi-covid-19-rendah-e0WAPspTtP.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

MENTERI Kesehatan - Menkes Budi Gunadi Sadikin meminta kepada pemerintah Sumatera Barat agar meningkatkan jumlah vaksinasi Covid-19 di wilayahnya. Ini karena angka vaksinasi masih sangat rendah.

"Saya lihat, di Sumatera Barat ini target vaksinasinya itu ada 4,4 juta, tetapi yang sudah divaksin dosis pertama 1,1 juta dan dosis kedua sekitar 500 ribu. Jadi, saya minta tolong semua diajak untuk divaksinasi," terang Menkes Budi saat kunjungan ke Kota Padang, Sumatera Barat, dikutip di laman resmi Sehatnegeriku Kemenkes.

vaksinasi covid-19

Menurut Menkes, vaksinasi bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga orang lain. Itu mengapa, penting sekali vaksinasi apalagi di masa pandemi yang mana potensi penularan masih sangat mungkin terjadi kapanpun itu.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 10 Oktober 2021, dari total 4.408.509 sasaran vaksinasi di Sumatera Barat, baru 1.114.877 orang atau sekitar 25,29 persen yang disuntik vaksin dosis pertama, dan baru 568.327 orang atau 12,89 persen yang mendapat dosis lengkap.

Baca Juga Menkes Budi: Indonesia Ranking 5 Negara Terbanyak Suntik Vaksin Covid-19 di Dunia

Menkes Budi tak menampik bahwa masalah ketidakpercayaan, ketakutan, atau kekhawatiran pada masyarakat masih menjadi penyebab tidak mau menerima vaksin Covid-19. Padahal, pemberian vaksin memiliki banyak manfaat di antaranya meningkatkan kekebalan tubuh dari paparan Covid-19 serta mencegah mutasi baru dari Covid-19 itu sendiri.

Lagipula, vaksin yang disuntikkan ke masyarakat dipastikan sudah melalui proses panjang pengujian yang ketat, sehingga dipastikan aman, bermutu, dan berkhasiat.

Di momen itu juga Menkes Budi coba menerangkan beberapa langkah konkrit sebagai bentuk upaya mempercepat pemberian vaksinasi. Saran pertama menurutnya ialah dimulai dengan meyakinkan diri sendiri terhadap vaksinasi Covid-19.

Langkah selanjutnya, meyakinkan orang terdekat seperti anggota keluarga, teman, tetangga dan masyarakat luas mengenai manfaat vaksinasi serta dampak dari pemberian vaksin Covid-19. Menkes meyakini melalui metode ini, masyarakat akan bersedia divaksinasi setelah melihat orang-orang terdekatnya divaksin.

"Saya harapkan yang sudah divaksinasi mengajak orang-orang terdekatnya juga untuk divaksin, karena itu penting. Semakin banyak yang divaksin, makin naik antibodinya. Tingkat keparahan akan turun," katanya.

Selain menggencarkan vaksinasi, Menkes juga berpesan agar kegiatan 3T yakni Tracing, Testing dan Treatment serta penegakkan 3M juga diperkuat sebagai bagian untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.

"Vaksinasi dipercepat, prokes dijalankan, surveilans dipercepat, itu yang perlu kita siapkan sebelum Januari," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini