Kasus Alergi Susu Sapi Meningkat, Kenali Penyebab dan Cara Membedakannya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 13 Oktober 2021 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 481 2485784 kasus-alergi-susu-sapi-meningkat-kenali-penyebab-dan-cara-membedakannya-39eBQpmkga.jpg Susu (Foto: Good Housekeeping)

KASUS kejadian alergi makanan pada anak di Indonesia akibat susu sapi (ASS) terus meningkat. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat angka kejadian ASS sebesar 2-7,5% dengan kasus tertinggi terjadi pada usia awal kehidupan si Kecil.

Gejala alergi umumnya bermanifestasi pada saluran pernapasan, kulit, serta saluran cerna. Gangguan di saluran cerna menjadi gejala alergi paling tinggi dan terjadi dengan persentase sebanyak sebesar 50-60% berupa konstipasi.

 susu

Oleh sebab itu orangtua memiliki peran penting dalam memahami dan mengenali gejala alergi pada anak. Tujuannya agar mendapat penanganan yang tepat sehingga asupan nutrisi anak tetap terpenuhi dan tidak menghambat tumbuh kembang anak.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi, dr. Frieda Handayani Sp.A (K) menjelaskan, saluran cerna pada anak masih rentan. Ini disebabkan karena organ saluran cerna belum berfungsi sempurna, sehingga rentan mengalami gangguan seperti konstipasi.

"Selain itu, gangguan saluran cerna pada anak juga dapat merupakan manifestasi alergi, seperti alergi susu sapi. Pada umumnya, orangtua sulit membedakan gangguan saluran cerna yang dialami anak disebabkan gangguan fungsional atau manifestasi alergi," kata dr. Frieda, dalam virtual press conference, Rabu (13/10/2021).

Lebih lanjut, penting sekali untuk dapat mengenali penyebab gangguan saluran cerna. Sebab masalah ini membutuhkan penanganan yang berbeda.

Gangguan saluran cerna yang disebabkan karena alergi, pada umumnya disertai gejala lainnya yang terjadi pada kulit ataupun saluran pernapasan.

“Gangguan saluran cerna dapat menyebabkan terganggunya asupan nutrisi pada anak. Sehingga bila tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan terhambatnya tumbuh kembang si Kecil," lanjutnya.

Sedangkan penyakit alergi dapat memberikan dampak negatif jangka panjang sehingga mengganggu kualitas hidup dan tumbuh kembang si Kecil. Oleh karena itu, tindakan promotif dan preventif sejak dini menjadi hal sangat penting untuk mengatasi penyakit alergi.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini