Hari Penglihatan Sedunia, Data WHO: 1 Miliar Orang Alami Gangguan Mata

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 13 Oktober 2021 08:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 612 2485472 hari-penglihatan-sedunia-data-who-1-miliar-orang-alami-gangguan-mata-JGR0QJp7ky.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

HARI Penglihatan Sedunia atau World Sight Day 2021 diadakan setiap tahunnya pada Kamis kedua di Oktober. Peringatan ini bertujuan untuk memusatkan perhatian global pada gangguan penglihatan, termasuk kebutaan.

Di tahun ini, Hari Penglihatan Sedunia akan berlangsung pada 14 Oktober, mengusung tema 'Love Your Eyes' atau 'Cintai Matamu'.

Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menerangkan bahwa secara global, setidaknya 1 miliar orang memiliki gangguan penglihatan jarak dekat atau jauh yang dapat dicegah atau belum ditangani. Gangguan penglihatan adalah masalah yang dapat memengaruhi segala usia, dengan mayoritas di atas 50 tahun.

"Gangguan penglihatan dan kebutaan dapat memiliki efek besar dan tahan lama pada semua aspek kehidupan, termasuk aktivitas pribadi sehari-hari, berinteraksi dengan masyarakat, sekolah, dan peluang kerja, serta kemampuan mengakses layanan publik," ungkap laporan WHO, dikutip MNC Portal, Rabu (13/10/2021).

Mata

Terkait dengan penyebab terbesar gangguan penglihatan, WHO menerangkan bahwa katarak yang tidak dioperasi dan kelainan refraksi yang tidak dikoreksi adalah penyebab utamanya. Penyebab lain seperti degenerasi makula terkait usia, glaukoma, retinopati diabetik, penyakit menular mata, dan trauma pada mana, tidak bisa diabaikan begitu saja dan perlu diobati serius.

"Baru-baru ini di the 74th World Health Assembly, negara-negara anggota mengadopsi dua target global baru untuk perawatan mata pada 2030, yaitu peningkatan 40 persen dalam cakupan kesalahan refraksi yang efektif dan peningkatan 30 persen dalam cakupan operasi katarak yang efektif," ungkap WHO.

"Target-target itu akan memainkan peran kunci bukan hanya meningkatkan cakupan perawatan mata global di masa depan, tetapi juga dalam memberikan layanan berkualitas," tambah WHO.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini