Antibodinya di Bawah Standar, FDA Tolak Booster Milik Moderna

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 13 Oktober 2021 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 612 2485663 antibodinya-di-bawah-standar-fda-tolak-booster-milik-moderna-XjbBtVLbMm.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Moderna mengatakan tingkat antibodi rata-rata peserta dalam penelitiannya adalah 1,8 kali lebih tinggi setelah booster daripada setelah suntikan kedua. Dalam pengukuran lain, booster meningkatkan antibodi setidaknya empat kali lipat pada 87,9 persen dibandingkan setelah dosis kedua, angka yang lebih rendah dari persyaratan FDA sebesar 88,4 persen.

Dalam dokumen yang diserahkan Johnson & Johnson ke FDA Menjelang pertemuan minggu ini, perusahaan berpendapat bahwa suntikan booster vaksinnya meningkatkan perlindungan terhadap Covid-19, termasuk terhadap bentuk penyakit yang parah, dan meningkatkan kekuatan respons kekebalan tubuh terhadap varian virus.

Johnson & Johnson juga mengatakan bahwa suntikan booster dapat diberikan paling cepat dua bulan setelah dosis pertama, tetapi direkomendasikan untuk melakukannya setidaknya enam bulan setelahnya, agar ada respons kekebalan yang lebih kuat.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini