Sering Alami Nyeri di Wajah? Jangan-Jangan Anda Kena Trigeminal

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 14 Oktober 2021 09:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 481 2486017 sering-alami-nyeri-di-wajah-jangan-jangan-anda-kena-trigeminal-fJ0Hv0RNED.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KETIKA Anda mengalami nyeri wajah sebelah atau trigeminal neuralgia jangan diabaikan. Gejalanya memang samar, namun Anda perlu mengetahui lebih dini agar tak timbul bahaya.

Seseorang yang mengalami nyeri wajah sebelah rasanya seperti tertusuk jarum, panas terbakar, kesetrum, tersayat-sayat dan berbagai rasa nyeri menyiksa lainnya. Sakitnya digambarkan sangat luar biasa, hingga seseorang tak mampu beraktivitas.

Dijelaskan Spesialis Bedah dr Mustaqim Prasetya, SpBS, FINPS dari Klinik Utama Dr Indrajana, neuralgia adalah gangguan rasa sakit yang muncul akibat adanya masalah atau kerusakan sinyal saraf di sistem persarafan. Semua bagian tubuh bisa mengalami neuralgia dan dapat menyebabkan nyeri ringan hingga berat.

 Nyeri

Sedangkan trigeminal merupakan saraf kranial kelima. Saraf ini seperti namanya, tri memiliki 3 cabang. Ketiga cabang itu ada yang mempersarafi area mata sekitarnya, yakni oftalmikus. Kemudian, ada yang mempersarafi pipi, bibir atas, hidung, rongga mulut merupakan cabang maksilaris. Cabang yang ketiga yakni mandibularis yang mempersarafi otot pengunyah.

"Karakter nyeri trigeminal neuralgia ini biasanya hanya terjadi pada satu sisi wajah saja, sehingga dikenal dengan istilah nyeri wajah sebelah. Nyeri terjadi bisa pada satu cabang atau lebih," dalam acara virtual International Trigeminal Neuralgia Awareness Day.

dr Mustaqim menerangan, bila saraf trigeminus tertekan atau bergesekan dengan pembuluh darah yang ada di dekatnya, terjadilah nyeri wajah sebelah ini. Setiap kali pembuluh darah berdenyut, saraf akan tertekan dan inilah pemicu nyeri yang paling hebat.

“Gesekan atau tekanan terus menerus ini lama kelamaan akan menyebabkan kerusakan lapisan myelin yang berfungsi sebagai ‘mantel’ pelindung saraf. Bila lapisan pelindung ini rusak, maka cetusan arus listrik pun bisa muncul sehingga penderita akan merasakan nyeri yang tertusuk, kesetrum, terbakar, tersayat,” paparnya.

Sehingga saat nyeri terjadi, ujar dr Mustaqim, seseorang biasanya akan sulit melakukan aktivitas sehari-hari. Seperti sulit makan, minum, berbicara, tertawa/tersenyum, menggosok gigi, membasuh atau menyentuh wajah, memakai makeup, menyisir rambut, mencukur, terkena angin sepoi-sepoi, atau terkena hawa dingin atau AC.

“Nah bila penderitanya sulit melakukan kegiatan ini, kemungkinan penyebabnya adalah trigeminal neuralgia karena aktivitas harian seperti itu, seharusnya tidak mengakibatkan nyeri pada wajah,” terangnya.

Agar tak terus-menerus menahan sakit akibat nyeri wajah sebelah, pasien harus segera ditangani dokter. Salah satu pengobatan termutakhir yakni Percutaneous Radio Frequency Rhizotomy (PRFR).

dr Mustaqim mengatakan, tingkat kebarhasilan PRFR atau radiofrekuensi ablasi ini cukup baik. Setelah melakukan tindakan, pasien tidak perlu minum obat penghilang nyeri saraf lagi.

“Nyeri wajah sebelah trigeminal neuralgia bisa sembuh dengan PRFR. Teknologi ini dapat dilakukan pada kasus pasien yang tidak memungkinkan dilakukan operasi karena kondisinya tidak memungkinkan secara medis, pernah terapi bedah namun gagal dan pada kasus serangan nyeri akut yang hebat yang perlu penanganan segera,” ucapnya.

Teknik PRFR merupakan bentuk interventional pain management (IPM) yang dilakukan dengan mengalirkan gelombang panas radiofrekuensi ke cabang saraf trigeminal sesuai dengan daerah wajah yang mengalami nyeri. Pada radiofrekuensi ablasi, gelombang panas (thermal) yang dihasilkan arus listrik akan memblokir rasa nyeri agar tidak dialirkan melalui saraf ke otak sehingga penderitanya tidak lagi merasakan nyeri pada wajahnya.

Gelombang radiofrekuensi ini dihasilkan oleh alat khusus dan dihantarkan melalui jarum yang juga didesain secara khusus ke cabang saraf trigeminal yang berada pada dasar tengkorak dengan panduan alat fluoroskopi (X-Ray).

Sedangkan rhyzotomy terdiri dari dua kata, rhyzo artinya akar dan ‘tomy’ artinya memutus/mematikan/merusak. Pada kasus trigeminal neuralgia ini, rhizotomy dilakukan pada cabang saraf trigeminal di dasar tulang tengkorak untuk mematikan sebagian kecil bagian saraf yang bertanggung jawab menghantarkan sensasi nyeri ke otak sehingga nyeri tak dirasakan lagi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini