Gara-Gara Salah Perawatan, Wajah Perempuan Ini Justru Tampak Tua 10 Tahun

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 14 Oktober 2021 20:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 612 2486498 gara-gara-salah-perawatan-wajah-perempuan-ini-justru-tampak-tua-10-tahun-kr1EHYhEAt.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANYAK orang ingin penampilan yang awet muda, mereka pun rela menghabiskan banyak biaya untuk merawat kulit. Banyak alasan orang melakukan hal tersebut, terutama karena ingin terlihat muda.

Sama seperti perempuan Rusia bernama Svetlana ini. Karena kerap diejek menua oleh sang kekasih, Svetlana yang sehari-harinya bekerja sebagai arsitek tersebut bertekad untuk memperbaiki penampilannya. Svetlana pun memutuskan untuk ke ahli bedah, di sana dia disarankan melakukan perawatan di wajahnya dengan menyuntikkan Longidaza.

Longidaza adalah obat Rusia yang dimaksudkan untuk mengobati segala hal mulai dari masalah paru-paru hingga masalah pernapasan yang disebabkan oleh infeksi Covid-19. Produsen obat tersebut, disebutkan mengklaim jika obat itu juga punya khasiat untuk kosmetik. NTV Rusia melaporkan, tahun ini perusahaan farmasi multifaset tersebut telah diberi lampu hijau untuk digunakan di banyak negara Barat.

Dokter ahli bedah meyakinkan Svetlana bahwa obat Longidaza itu akan memecah kelebihan gel di bawah kulit di bawah matanya. Selain obat Longizada, ia menerima perawatan lain, termasuk penyuntikan gel di bagian pipi dan menjalani prosedur menerima enzim pengisi hialuronat.

Operasi Plastik

Tak butuh waktu lama, mimpi buruk dialami Svetlana. Malam hari setelah ia selesai menjalani prosedur kecantikan tersebut, saat melihat wajahnya di cermin Svetlana menyadari wajahnya mulai menyusut dan kendur.

“Wajahku menyusut seperti mumi. Kulit di bawah mata saya mengering dan jatuh. Di pagi hari, volume jaringan kering di bawah mata meningkat lebih banyak lagi. Perubahan ini terjadi dengan cepat, setiap jam wajah saya berubah,” ujar Svetlana, dikutip New York Post, Kamis (14/10/2021).

Alih-alih kulit wajahnya jadi kencang dan terlihat jauh lebih muda, treatment yang dijalani justru membuat wajah Svetlana jadi menua 10 tahun. Dalam tiga hari, kulit di area matanya menjadi benar-benar kering. “Kulit saya mengendur, melorot seperti kain lap. Wajah benar-benar lepas dari tengkorak. Hubungan kulit ke tengkorak yang disebut ligamen wajah, menghilang,” tambahnya.

Sang dokter kemudian menawari perempuan 37 tahun itu dengan memberikan suntikan gel untuk meringankan efek samping dan sekaligus memberikan lebih banyak obat baru. Meski mengurangi rasa sakit, tapi faktanya hal ini tak mengurangi komplikasi di wajah Svetlana. “Seperti kalau Anda terbunuh, ini membusuk. Sepertinya wajahmu meleleh dan kamu tidak bisa menghentikannya,” ujar Svetlana lagi.

Kondisi wajahnya yang memburuk, membuat Svetlana mengurung diri di rumah. Ia tidak mau pergi ke luar rumah karena selain tak percaya diri, Svetlana juga cemas membuat orang lain yang melihatnya jadi takut.

Tak terima akan kondisi wajahnya yang justru memburuk usai melakukan perawatan. Svetlana melaporkan kejadian yang ia alami ini ke Komite Investigasi Rusia. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, dokter memberi tahu Svetlana kalau memang obat Longidaza itulah yang telah merusak wajahnya. Parahnya lagi, bahkan setelah operasi restoratif pun, wajah Svetlana akan menjadi wajah yang sama sekali berbeda dan kulitnya juga tidak akan pulih sepenuhnya.

Belajar dari pengalaman buruknya, Svetlana menyadari jika yang terpenting adalah bisa menerima dan mencintai diri sendiri. Sekarang ia tersadar, lebih baik bertambah tua secara alami dan tak perlu melakukan prosedur apa pun pada wajah.

“Anda tidak bisa begitu saja mempercayai dokter, bahkan dengan banyak kualifikasi. Anda harus mencintai diri sendiri dan kurangi melihat Instagram serta tidak mendengarkan orang-orang yang mengatakan kalau Anda semakin tua. Lebih baik menjadi tua dengan bermartabat dan tidak melakukan apa-apa dengan wajahmu,” pungkas Svetlana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini