Vaksinasi Dipercepat untuk Hadapi Natal dan Tahun Baru

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 15 Oktober 2021 17:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 481 2486976 vaksinasi-dipercepat-untuk-hadapi-natal-dan-tahun-baru-i6iBtT4HvV.jpg Vaksinasi Covid-19 (Foto: Biospace)

RUPANYA pemerintah terus mempercepat vaksinasi bagi masyarakat lanjut usia terutama di wilayah aglomerasi dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Ini dilakukan guna mencegah lonjakan kasus Covid-19 pada saat libur Natal dan Tahun Baru.

"Vaksinasi tidak boleh mengendur. Justru saat kasus positif Covid-19 tengah rendah, vaksinasi harus ditingkatkan terutama bagi lansia dan kelompok rentan," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.

 Vaksinasi Covid-19

Seperti dilansir dari Antara, fokus pemerintah, kata Johnny, mempertahankan kasus aktif serendah mungkin dalam waktu yang lama dengan penurunan kasus yang konsisten. Pemerintah juga terus mengevaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel di berbagai daerah di Indonesia.

Berdasarkan evaluasi PPKM secara periodik, Johnny menjelaskan, peningkatan kasus COVID-19 berpotensi terjadi setelah acara keagamaan atau liburan. "Hal ini karena mobilitas masyarakat meningkat tajam dan pergerakan massa yang signifikan tidak terelakkan."

Pemerintah juga telah menyiapkan strategi antisipasi Covid-19 menjelang libur Natal dan Tahun Baru, salah satunya dengan memastikan pelonggaran aktivitas diikuti pengendalian lapangan yang ketat.

"Pemerintah juga mendorong percepatan program vaksinasi untuk remaja. Tujuannya adalah agar jika terjadi gelombang berikutnya, angka kematian dan perawatan rumah sakit dapat ditekan. Harapannya pada saat liburan Natal dan Tahun Baru imunitas sudah terbentuk," katanya.

Menkominfo menambahkan, pemerintah juga mengantisipasi mobilitas pelaku perjalanan internasional yang berwisata ke Bali, menyusul akan dibukanya Bandara Ngurah Rai.

Pemda diminta betul-betul serius mengawasi kegiatan masyarakat serta mengedukasi warga di daerah tentang rincian protokol kesehatan yang harus dijalankan.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini