Sudah Vaksin dan Negatif PCR, Kenapa Harus Karantina Usai Lakukan Perjalanan?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 15 Oktober 2021 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 612 2486789 sudah-vaksin-dan-negatif-pcr-kenapa-harus-karantina-usai-lakukan-perjalanan-TATyVdGLlR.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SELEBGRAM Rachel Vennya memang membuat heboh publik, setelah diduga kabur dari tempat karantina. Adapun tempat karantina tersebut, yakni Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Pademangan.

Karantina usai melakukan perjalanan internasional memang wajib dilakukan. Lantas, apa alasannya mengingat mereka yang bepergian sudah mendapatkan vaksin dan dipastikan negatif Covid-19 sebelum terbang.

Menjawab hal tersebut Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i melalui akun Instagram pribadinya @dr.fajriaddai, Jumat (15/10/2021), mencoba menjelaskan tentang manfaat serta konsekuensi melakukan karantina usai melakukan perjalanan.

 

"Karantina itu bertujuan untuk menunggu masa inkubasi yang merupakan waktu apabila seseorang terinfeksi virus di bandara, di kota asal, atau negara asal sebelum pergi, atau dari suatu tempat," kata dr. Fajri dalam unggahan videonya.

Lebih lanjut, dr. Fajri mengatakan bahwa seseorang membutuhkan waktu dari 5-7 hari hingga dua minggu lamanya untuk menemukan gejala atau hasil tesnya. Teori, peraturan maupun pernyataan terkait hal ini juga sudah dikutip dari jurnal Nature sejak bulan-bulan yang lalu.

"Sebab antigen dan PCR yang negatif tidak bisa memastikan selamanya orang ini terbebas dari virus, sehingga membutuhkan karantina dan dua kali cek agar lebih bagus. Regulasi dibuat untuk mengamankan diri sendiri dan keluarga," lanjutnya.

Dokter Fajri menambahkan bahwa pada perinsipnya apapun jabatan dan profesi seseorang, maka dapat tertular SARS-CoV-2 selama itu manusia. Itulah mengapa, isolasi bertujuan untuk memutus penularan Covid-19.

Sekadar informasi, kabar kaburnya Rachel Vennya dari RSDC Pademangan akhirnya dikonfirmasi Kodam Jaya. Pada 13 Oktober 2021, Kapendam Jaya Kolonel Herwin BS mengatakan, aksi itu dilakukan sang selebgram atas bantuan oknum TNI berinisial FS.

Dari hasil penyelidikan sementara, ditemukan bahwa FS, oknum anggota TNI bagian Pengamanan Satgas di Bandara melakukan tindakan nonprosedural di lapangan. FS, menurut Herwin, adalah pihak yang mengatur agar Rachel Vennya dapat menghindari prosedur pelaksanaan karantina.

Sesuai Surat Edaran Satgas COVID-19 Nomor 18 Tahun 2021 diatur bahwa seluruh pelaku perjalanan internasional wajib menjalankan karantina selama 8x24 jam. Karena itu, Herwin menegaskan, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus kaburnya Rachel Vennya dari Wisma Atlet.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini