Tak Menyerah, WHO Kembali Kirim 26 Ilmuwan ke Wuhan

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 15 Oktober 2021 18:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 612 2487009 tak-menyerah-who-kembali-kirim-26-ilmuwan-ke-wuhan-AS8S5wneqp.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BADAN Kesehatan Dunia (WHO) memang masih menelusuri awal asal-usul terjadinya pandemi Covid-19. Memang, sampai saat ini WHO masih belum menemukan penyebab awal virus tersebut.

Salah satu alasannya, disebutkan karena kurangnya kerja sama dari China. WHO memang akhirnya tidak mendapat jawaban ketika datang ke tempat awal di Wuhan.

Tidak mau menyerah, mengutip Newser, Jumat (15/10/2021) pada Rabu 13 Oktober lalu sebagaimana dilapor Washington Post, WHO telah membentuk panel ilmuwan yang bersifat lebih formal yang diberi nama Scientific Advisory Group for the Origins of Novel Pathogens.

Wuhan

Panel yang terdiri dari kurang lebih 26 orang ilmuwan tersebut, selain memutuskan kapan dan di mana manusia yang pertama kali terinfeksi virus. Direktur jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan grup panel ini juga ditugaskan untuk menyiapkan kerangka kerja untuk menangani pandemi di masa depan yang melibatkan patogen lain.

“Munculnya virus baru yang berpotensi memicu epidemi dan pandemi adalah fakta alam. dan meskipun SARS-CoV-2 adalah virus terbaru, itu tidak akan menjadi yang terakhir,” kata Dr. Tedros.

Ke-26 ilmuwan yang dipilih dikatakan lebih lanjut, berasal dari 26 negara, termasuk China dan Amerika Serikat. Pilihan tidak akan dikonfirmasi sampai setelah periode dua pekan komentar. Grup panel nantinya akan memberi saran kepada WHO dan melakukan misi penelitian, yang mana akan membutuhkan persetujuan dari negara tuan rumah.

WHO menegaskan misi penyelidikan kali ini akan berbeda, walau beberapa ilmuwan yang ada di panel Scientific Advisory Group for the Origins of Novel Pathogens itu termasuk dalam kelompok misi sebelumnya yang gagal.

Terkait misi penyelidikan teranyar dari WHO dengan dibentuknya grup panel formal terbaru. Sejauh ini, China sendiri diketahui belum berkomentar apa pun terkait pengumuman yang dikeluarkan WHO tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini