Sertifikasi Bidang Tenun Tradisional Bantu Kain Ulos Mendunia

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 16 Oktober 2021 17:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 194 2487334 sertifikasi-bidang-tenun-tradisional-bantu-kain-ulos-mendunia-vGTml6wRCs.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

INDONESIA memang memiliki segudang karya yang berasal dari berbagai macam daerah, salah satunya adalah kain. Tidak hanya memiliki motif indah, tapi kain juga menjadi warisan budaya yang memiliki ciri khas daerah tersebut seperti kain Ulos.

Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan, Dita Indah Sari mengatakan wastra nusantara termasuk Ulos yang menjadi kain khas masyarakat Batak terus diupayakan pelestariannya termasuk menjadikannya sebagai bagian dari produk fesyen yang penuh dengan warna. Hal ini tak lepas dari usaha meningkatkan kemampuan para penenun termasuk dalam merancang kain hingga menjadi produk fesyen.

"Selain skill menenun ditingkatkan, juga kemampuan mereka mendesain kain tenun menjadi barang fesyen atau barang fesyen yang dikombinasikan sehingga colorfull," kata dia dalam konferensi pers daring memperingati Hari Ulos Nasional 2021 bertajuk "Bangga Bertenun Bangga Berbudaya," seperti dilansir dari Antara.

Kain ulos

Menurut Dita, para penenun yang sudah bergelut menjalani profesinya sejak lama juga perlu mendapatkan pengakuan salah satunya melalui pemberian sertifikasi.

Indonesia saat ini sudah memiliki standar kompetensi kerja nasional khusus bidang tenun tradisional. Dengan standar ini, maka ada bekal dalam pembuatan program pelatihan hingga pengembangan instruktur latih.

Nantinya, mereka yang sudah mendapatkan sertifikasi sebagai instruktur bisa melakukan pelatihan di manapun. Di sisi lain, peluang melatih calon penenun maupun peningkatan kemampuan penenun yang sudah eksis juga menjadi terbuka lebar.

Tak hanya perkara kemampuan menenun, Dita juga menilai pentingnya bantuan dari sisi pembiayaan dan pendampingan agar para penenun bisa lebih mandiri dan memiliki daya tawar terhadap para tengkulak atau kerap disebut tauke. Dia menyadari, para penenun kerap tercekik bunga yang sangat tinggi.

Tantangan yang dihadapi para penenun juga disadari pemerintah daerah, salah satunya Pemerintah Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Bupati Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan, bergantungnya para penenun pada penyuplai dana dengan tawaran bunga sangat tinggi menyebabkan ekonomi mereka tidak bisa bertumbuh. Dari sisi pemasaran, ketergantungan pada tauke membuat penenun tidak berdaya menunjukkan daya tawar.

Menurut Eddy, pemerintah daerah sebenarnya berupaya mendorong dan meningkatkan keberlangsungan industri kerajinan dan kreatif, termasuk pelestarian dan pengembangan Ulos melalui berbagai strategi antara lain pemberian stimulus kepada UMKM dan Koperasi, pelatihan dan pendampingan bagi UMKM untuk peningkatan kualitas produksi dan pemasaran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini