Konsumsi Vitamin C demi Imunitas Tubuh, Jangan Lupa Perhatikan Lambung

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Senin 18 Oktober 2021 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 18 481 2488094 konsumsi-vitamin-c-demi-imunitas-tubuh-jangan-lupa-perhatikan-lambung-6sbG54y9no.jpg Vitamin C (Foto: US Citrus)

RUPANYA vitamin C merupakan salah satu vitamin yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan kulit. Selain itu vitamin C juga sangat penting guna meningkatkan imunitas tubuh.

Makanya tak heran, di tengah pandemi Covid-19, orang berbondong-bondong mencari vitamin C untuk menjaga imunitas tubuhnya.

Nutrisionis Dr. Rita Ramayulis, DCN, M. Kes yang juga pengurus DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) dan Ketua Indonesia Sport Nutritionists Association (ISNA) menjelaskan, vitamin C yang merupakan zat gizi esensial yang dibutuhkan tubuh setiap hari dan harus didatangkan dari luar.

 Vitamin C

“Selain berperan sebagai antioksidan dan meningkatkan penyerapan mineral seperti kalsium dan zat besi, vitamin C memiliki lima peran spesifik terhadap imunitas," katanya, Senin, (18/10/2021).

Peran vitamin c, terang Rita, antara lain pertama memindahkan neutrofil ke jaringan yang terinfeksi sehingga infeksi segera bisa diatasi. Kedua, mempercepat produksi sitokin sebagai bahan pesan utama untuk tubuh terinfeksi atau tidak.

Ketiga, mengaktivasi kerja sel darah putih dalam memakan bakteri atau antigen lainnya. Keempat, mempercepat pertambahan jumlah sel B dan sel T (imunoglobulin) yang bertugas mengingat struktur virus tertentu.

"Jadi intinya, di masa pandemi atau bukan, vitamin C berperan dalam pertahanan tubuh dan kita tidak boleh berada dalam kondisi defisiensi vitamin C,” papar Rita.

Namun, ternyata konsumsi vitamin C harus tepat, juga tidak sembarang, karena alih-alih memperkuat imunitas, ternyata pada orang tertentu justru bisa memicu permasalahan lain.

 Misalnya seseorang yang punya lambung yang sensitif. Maka harus mencermati vitamin C yang layak dikonsumsinya setiap hari. Oleh karena itu, penting memilih asupan vitamin C yang aman untuk lambung.

Suplementasi vitamin C yang beredar juga berbeda-beda ikatannya. Ada yang bentuknya asam askorbat murni dan biasanya cenderung bereaksi meningkatkan produksi asam lambung.

Namun ada juga suplemen vitamin C yang asam askorbatnya diikat dengan dengan mineral yang bersifat basa. Jadi, ketika sampai di lambung tidak membuat situasi sangat asam, karena sifat mineral itu membasakan, sehingga terjadi keseimbangan asam basa di dalam lambung.

"Salah satunya sodium askorbat yang sering disebut buffered vitamin C. Jadi, walaupun sifat vitamin C sesungguhnya memang asam, namun vitamin C yang dihasilkan lebih bisa diterima oleh orang-orang dengan gangguan asam lambung,” jelas Rita.

Selain kandungan pengikat asam askorbat ini, Rita menganjurkan, mewaspadai kandungan soda di beberapa suplemen vitamin C dalam kemasan. Sebab jika dikonsumsi dalam jumlah tertentu oleh orang tertentu, beberapa jurnal kesehatan mengatakan dapat mempengaruhi kesehatan pencernaan.

Rita menambahkan, makin sedikit campuran zat pengawet ataupun zat-zat pengikat lain tentu makin baik.

Sementara itu, dr. Iwan Dermawan S. Ked mengaku menemukan banyak pasien yang mengeluhkan lambungnya perih sesudah minum vitamin C. Mereka menunjukan gejala sendawa berkepanjangan atau gejala-gejala tidak nyaman lainnya.

“Perlu diingat bahwa vitamin C memiliki nama lain asam askorbat. Sesuai namanya, maka sifatnya asam dan pada orang tertentu bisa mempengaruhi kondisi asam lambung, makanya perlu hati-hati dalam memilihnya,” terang Dokter Iwan.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini