Peneliti Inggris Sebut 27% Orang yang Pakai Tembakau Alternatif

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Senin 18 Oktober 2021 20:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 18 481 2488243 peneliti-inggris-sebut-27-orang-yang-pakai-tembakau-alternatif-74iNiDhGre.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PEMERINTAH Inggris punya strategi unik untuk mengajak warganya agar berhenti merokok. Salah satunya Ratu Elizabeth II mengajak warganya untuk berhenti merokok dengan memakai produk tembakau alternatif.

Produk tembakau alternatif diklaim lebih aman karena tak ada proses pembakaran. Sementara rokok, ada proses pembakaran yang menghasilkan TAR dan nikotin berbahaya.

Setelah ada produk tembakau alternatif, berdasarkan data Badan Statistik Inggris, angka perokok mengalami penurunan dari 14,4 persen pada 2018 menjadi 14,1 persen pada 2019. Angka perokok Inggris kini 6,9 juta jiwa, dengan rincian 3,8 juta perokok pria dan 3,1 juta perokok wanita.

Baca Juga: Asap Rokok Bisa Menempel di Perabot Loh, Begini Tips Mengatasinya

“Bagi perokok terutama mereka yang telah (mencoba berhenti dengan) menggunakan metode lain, kami sangat menyarankan mereka mencoba produk tembakau alternatif. Idealnya dengan dukungan tambahan dari layanan berhenti merokok, demi peluang terbaik berhenti untuk selamanya,” kata Direktur Peningkatan Kesehatan di PHE Profesor John Newton.

Adapula riset dari Lembaga eksekutif Departemen Kesehatan Inggris, Public Health England (PHE), dalam Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018 tentang produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik yang lebih aman daripada rokok.

“Kami perlu meyakinkan perokok bahwa beralih ke produk tembakau alternatif akan jauh lebih rendah risiko daripada merokok. Akan tragis jika ribuan perokok yang bisa berhenti dengan bantuan produk tembakau alternatif tertahan karena ketakutan tentang keselamatan,” kata Profesor John Newton.

PHE juga menerbitkan laporan independen ketujuh pada Februari 2021 lalu yang merangkum bukti terbaru tentang produk tembakau alternatif. Laporan PHE tersebut menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan dan efektivitas produk tembakau alternatif dalam membantu perokok berhenti merokok jauh lebih tinggi dibandingkan opsi lain seperti terapi pengganti nikotin maupun obat.

Pada 2020 lalu, sebanyak 27,2 persen orang menggunakan produk tembakau alternatif sebagai bantuan untuk berhenti merokok dalam kurun waktu 12 bulan dibandingkan dengan 1,5 persen orang yang menggunakan terapi pengganti nikotin dan 4,4 persen yang menggunakan obat varenicline.

“Laporan kami mengumpulkan temuan dari uji coba terkontrol secara acak, layanan berhenti merokok dan studi populasi menyimpulkan bahwa produk tembakau alternatif adalah cara efektif untuk berhenti merokok dengan sukses,” kata Ann McNeil, profesor adiksi tembakau dari King’s College London.

Sementara itu, UK Committee on Toxicology (COT), bagian dari Food Standards Agency, juga menunjukkan kesimpulan yang positif bagi produk tembakau alternatif. COT menyimpulkan bahwa produk tersebut mengurangi bahan kimia berbahaya sebesar 50 hingga 90% dibandingkan dengan asap rokok.

“Penilaian kami tentang produk tembakau alternatif, sebagian besar memperkuat konsensus ilmiah hingga saat ini tentang keamanan, meskipun bukan berarti tanpa risiko. Produk tembakau alternatif secara signifikan mengurangi risiko dibandingkan rokok,” ucap Profesor Alan Boobis, Ketua COT.

Disebutkan pula oleh Profesor Caitlin Notley dari University of East Anglia, produk tembakau alternatif juga sangat populer di banyak negara. Bukan hanya di Inggris tapi juga di negara lain.

“Dari bukti terbaru, kami tahu bahwa produk tembakau alternatif sekarang menjadi pilihan paling popular bagi perokok yang memutuskan untuk beralih dari merokok,” kata Profesor Caitlin, dikutip dari situs Public Health England (PHE). 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini