Jadi Pekerja yang 'B' Aja Tanpa Prestasi Tak Salah Kok

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 18 Oktober 2021 16:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 18 612 2488137 jadi-pekerja-yang-b-aja-tanpa-prestasi-tak-salah-kok-DkaPBoYZmK.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANYAK orang ingin terlihat menonjol, hingga melakukan banyak hal agar bisa bersinar. Bahkan di kantor pun disematkan title pegawai teladan, yang dianggap sebagai salah satu panutan untuk karyawan lain.

Namun kenyataannya, sebagian besar pekerja bukanlah pemain top. Meskipun tidak bersinar, tapi mereka yang memiliki kemampuan 'rata-rata' di tempat kerja bukanlah hal yang buruk. Tidak semua pekerja ingin menjadi pegawai teladan dan pada kenyataannya pekerja yang biasa-biasa saja juga sama pentingnya, bahkan terkadang bisa jadi lebih penting dari sang pegawai teladan.

Karyawan yang biasa-biasa saja kerap disalahpahami atau bahkan dipandang buruk menurut Paul White, seorang psikolog AS yang secara khusus mempelajari budaya di tempat kerja. "Dalam kurva apapun, kebanyakan orang akan berada di bagian tengah. Sebagian besar karyawan adalah pekerja yang biasa-biasa saja, dan itu bagus," katanya seperti dilansir dari BBC.

White pun menganalogikan pekerja kantoran seperti tim sepak bola. "Anda boleh punya striker dan kiper yang hebat. Tetapi jika Anda tidak punya sekelompok pemain dengan dribel, operan, dan tekel yang solid, para bintang itu tidak bisa tampil," katanya.

"Butuh usaha semua orang agar suatu tim bisa sukses. Pentingnya para pekerja 'rata-rata' itu kurang dihargai," tambah dia.

Karyawan

Definisi paling sederhana dari "rata-rata", kata Danielle Crough, seorang psikolog organisasi di University of Nebraska di Omaha, AS, adalah seorang pekerja yang memenuhi ekspektasi - tidak lebih dan tidak kurang. Beberapa orang berangkali mulai dari bawah dan kemudian terus memanjat ke posisi yang lebih tinggi. Tapi banyak pekerja rata-rata, White menjelaskan, tidak ingin berada di puncak.

"Kenyataannya, banyak orang tidak ingin menjadi bintang. Mereka punya keluarga, anak-anak, hal-hal lain dalam hidup mereka. Mereka tidak mengharapkan lebih banyak tanggung jawab di tempat kerja," katanya.

"Bekerja tidak selalu tentang naik pangkat. Sebagian akan bergerak naik, beberapa akan bergerak turun, dan beberapa akan tetap di tengah," tambah dia.

Tetapi menjadi biasa saja, kata Crough, tidak berarti karier seorang karyawan menemui jalan buntu, atau keterampilan mereka mengalami stagnasi. "Ini sebenarnya mungkin merupakan indikasi bahwa mereka berada di 'sweet spot' (posisi paling pas) mereka," katanya.

Meskipun budaya profesional selalu memuji orang-orang yang berprestasi super, tidak ada salahnya menjadi biasa saja, jelas White. Peran pekerja rata-rata sangat penting untuk menjaga perusahaan tetap berjalan. Karyawan yang biasa saja sangat berharga bagi pengusaha, karena orang-orang ini, dengan melakukan pekerjaan sehari-hari mereka, memungkinkan sejumlah kecil pekerja untuk menjadi luar biasa.

"Pekerja rata-rata datang ke perusahaan, mengikuti instruksi, dan berusaha membaur. Dan karyawan seperti itu sangat berharga: Saya akan selalu membangun tim dengan orang-orang seperti itu."

Menyadari kontribusi pekerja rata-rata tidak hanya baik untuk si karyawan itu sendiri, tapi sangat penting bagi pengusaha. Menjaga karyawan yang biasa-biasa saja supaya tetap betah dan terlibat berarti menjaga perusahaan terus berjalan, karena para pekerja ini menjaga operasi sehari-hari tetap lancar.

"Dalam keadaan ekonomi seperti ini, sulit menemukan pengganti. Jadi mempertahankan tim adalah kunci bagi suatu organisasi untuk terus berfungsi secara efektif," kata White.

Maka dari itu, perusahaan perlu mengubah caranya menghargai karyawan serta metrik yang digunakan untuk mengukur 'pekerjaan yang baik'. Karyawan yang memenuhi, tetapi tidak melebihi, ekspektasi bukan berarti tidak bekerja maksimal. Mereka melakukan persis apa yang seharusnya mereka lakukan, dan itu layak untuk diakui.

"Mampu melakukan apa yang seharusnya dilakukan adalah hal istimewa. Pekerja yang konsisten dan selalu hadir sangat berharga, dan kita perlu lebih menghargai mereka," tutur Crough.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini