5 Cara Cegah Anak Obesitas, Bukan dengan Kurangi Karbo Loh

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 18 Oktober 2021 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 18 612 2488197 5-cara-cegah-anak-obesitas-bukan-dengan-kurangi-karbo-loh-1PvvbpDVXn.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ANAK-ANAK memang membutuhkan karbohidrat dan gula guna menambah energi, dan dalam jangka panjang bisa mendukung tumbuh kembang anak. Tapi bukan berarti Anda bebas memberikan asupan karbohidrat pada anak-anak.

Pasalnya, anak-anak rentan mengalami kelebihan karbohidrat dan akhirnya membuat mereka obesitas. Ya, obesitas bisa terjadi bukan hanya pada orang dewasa, tapi juga pada anak-anak.

Ahli Gastroenterologi Anak dan Ahli Hepatologi, Sufla Saxena mengatakan, obesitas pada anak-anak dapat membuatnya berisiko terserang penyakit berbahaya.

"Ketika mereka mengalami obesitas hingga dewasa, tentu akan menimbulkan risiko terserang diabetes, jantung koroner, masalah pernapasan, gangguan emosi dan lain-lain," terang Saxena seperti dilansir dari Times of India.

Oleh karena itu, pendidikan dan kesadaran orang tua sangat penting dalam mengatasi epidemi obesitas pada anak. Berikut 5 hal yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk membantu anak agar terhindar dari obesitas.

Tanamkan aktivitas fisik

Saat ini, baik orangtua maupun anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain gadget yang menyebabkan ketidakaktifan fisik. Jadilah teladan yang positif untuk anak Anda. Anda harus menanamkan 60 menit aktivitas fisik dalam jadwal Anda dan anak Anda setiap hari.

Perhatikan makanannya

Tetapkan batas asupan makanan dan minuman, jangan menyerah jika anak ngambek tidak mau makan. Orangtua wajib mendidik anaknya dengan pengetahuan soal makanan sehat.

Batasi konsumsi permen

Anak usia 7-10 tahun harus mendapat 2 porsi susu, 5 porsi buah dan sayur, 5-6 porsi biji-bijian, dan 2 porsi daging atu kacang-kacangan setiap hari. Namun, batasi konsumsi permen untuk menjaga gula darah maupun giginya.

Hindari konsumsi snack

Hindari konsumsi snack dan soda yang tinggi lemak dan asin. Makanan cepat saji harus dibatasi misalnya hanya pada saat akhir pekan. Dorong konsumsi makanan segar rumahan agar lidah anak terbiasa mengonsumsi makanan sehat.

Ajak anak-anak belanja sayuran dan buah

Ajak anak-anak berbelanja sayuran dan buah-buahan. Libatkan mereka dalam memasak camilan atau salad cepat saji yang sehat. Mereka juga harus diajari tentang membaca label makanan dan isinya.

Penting untuk menjalani kebiasaan dan gaya hidup yang Anda ingin anak Anda praktikkan, saat anak-anak belajar. Makan dengan baik dan berolahraga. Ajari anak Anda bagaimana menikmati pola makan dan gaya hidup yang sehat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini