China Laporkan Kasus Flu Burung, WHO Minta Dunia Waspada

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 19 Oktober 2021 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 481 2488423 china-laporkan-kasus-flu-burung-who-minta-dunia-waspada-251HbGlVIU.jpg Flu burung (Foto: Bio world)

RUPANYA China kembali melaporkan kasus flu burung H5N6 pada manusia. Peneliti meminta kepada dunia untuk meningkatkan pengawasan.

Departemen Kesehatan Hong Kong mengatakan, mereka diberitahu bahwa ada seorang perempuan berusia 60 tahun dari Changde, Hunan, dites positif terinfeksi flu burung H5N6. Menariknya, pejabat setempat tidak melaporkan kejadian ini.

 flu burung

"Perempuan itu mengalami gejala pertama pada 3 Oktober, lalu dirawat pada 13 Oktober. Pasien dalam kondisi kritis," lapor Departemen Kesehatan Hong Kong, dikutip MNC Portal dari BNO News, Selasa (19/10/2021).

Menurut informasi yang beredar, perempuan berusia 60 tahun itu adalah seorang petani yang sebelumnya berinteraksi dengan unggas mati.

Hingga saat ini, sudah ada 49 laporan kasus flu burung H5N6 sejak kasus pertama yang dikonfirmasi pada 2014, tetapi sepertiga dari jumlah tersebut dilaporkan pada 3 bulan terakhir, dan lebih dari setengahnya dilaporkan pada tahun lalu.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menerangkan bahwa flu burung H5N6 sendiri menyebabkan penyakit parah pada manusia di segala usia, dan telah membunuh lebih dari setengah mereka yang terinfeksi. Tidak ada kasus penularan dari manusia ke manusia, tetapi ada satu kasus pada perempuan berusia 61 tahun dites positif pada Juli membantah sebelumnya berinteraksi dengan unggas mati.

Bulan lalu, penelitian yang diterbitkan oleh Pusat Pengendalian Penyakit China mengidentifikasi beberapa mutasi dalam dua kasus flu burung H5N6 baru-baru ini.

"Meningkatnya keragaman genetik dan distribusi geografis H5N6 menimbulkan ancaman serius bagi industri unggas dan kesehatan manusia," kata peneliti. "Kasus flu burung yang kian menjadi tren pada manusia menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting dan tidak bisa diabaikan," lanjutnya.

WHO di awal bulan ini mengatakan bahwa peningkatan pengawasan diperlukan untuk lebih memahami risiko dan peningkatan kasus pada manusia yang belakangan ini mulai dilaporkan. Diketahui, berdasarkan bukti saat ini, H5N6 belum mempunyai kemampuan menular dari unggas ke manusia. Artinya, penularan dari manusia ke manusia masih rendah.

Namun, CDC Eropa melaporkan bahwa flu burung H5N6 sudah terdeteksi pada mamalia, misalnya anjing laut, rubah, dan babi. Ini artinya, virus H5N6 mulai beradaptasi dan ada kemungkinan bisa menular ke manusia.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini