Amerika Mau Izinkan Vaksin Covid-19 Campuran untuk Suntikan Booster?

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 19 Oktober 2021 13:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 481 2488540 amerika-mau-izinkan-vaksin-covid-19-campuran-untuk-suntikan-booster-A5VTFo5xvC.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: Jonh)

RUPANYA Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, atau Food and Drug Administration (FDA) dilaporkan punya skema rencana baru terkait penggunaan vaksin Covid-19 untuk suntikan penguat (booster).

Berdasarkan laporan terbaru dari New York Times, seperti dikutip dari Complex, Selasa (19/10/2021) FDA berencana mengizimkan orang-orang untuk menerima vaksin Covid-19 booster dengan campuran dari jenis merek yang berbeda dari vaksin dosis satu dan dua yang sebelumnya telah diterima.

Vaksin Covid-19

Terkait rencana ini, FDA diperkirakan akan mengeluarkan pengumuman resminya pada akhir pekan ini. Dengan pengumuman tersebut, kemungkinan FDA akan menyarankan orang-orang untuk bisa menerima suntikan vaksin booster yang sama seperti dosis vaksin yang diterima sebelumnya. Tetapi dilaporkan tidak akan merekomendasikan merek tertentu di atas merek lain.

Sebelumnya, FDA sudah menyetujui penggunaan booster untuk vaksin Pfizer-BioNTech enam bulan setelah penyuntikan dosis yang kedua. Menurut laporan New York Times, kemungkinan FDA akan mengizinkan suntikan booster untuk vaksin Moderna dan Johnson & Johnson pada Rabu 20 Oktober malam waktu setempat.

Kabar mengenai izin penggunaan vaksin campuran untuk booster shot ini, diketahui muncul pasca-ada studi dari National Institutes of Health tentang pencampuran suntikan vaksin booster yang dipresentasikan ke panel penasihat FDA.

Dari studi tersebut, ditemukan pendekatan mix and match vaksin sepertinya memperlihatkan manfaat paling besar bagi orang-orang yang menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis tunggal merek Johnson & Johnson.

Orang-orang yang disuntik vaksin J&J dan kemudian disuntik booster Moderna menunjukkan hasil adanya peningkatan antibodi sebanyak 76 kali lipat selama 15 hari.

Sementara kelompok orang yang dosis pertamanya memakai J&J dan kemudian booster J&J terlihat tingkat antibodinya hanya meningkat empat kali lipat. Dikatakan lebih lanjut, suntikan booster vaksin Pfizer-BioNTech juga lebih efektif dalam meningkatkan level antibodi orang yang mendapatkan vaksin J&J jika dibandingkan dengan booster J&J itu sendiri.

Dokter Dr. Robert Atmar of Baylor College of Medicine, penulis studi penelitian tersebut mengatakan, dengan penelitian tersebut terlihat bahwa apa pun merek vaksin dosis pertamanya lalu ketika disokong suntikan booster vaksin dari Moderna, Johnson dan Pfizer memang menghasilkan respon antibodi yang baik

“Apa yang ditunjukkan penelitian ini adalah, bahwa terlepas dari apa yang diterima seseorang pada awalnya, dikuatkan dengan salah satu dari tiga vaksin yang kami evaluasi yakni vaksin dari Moderna, vaksin dari Janssen dan vaksin dari Pfizer, menghasilkan respons antibodi yang baik di masing-masing kelompok vaksin,” ujar Dr. Robert Atmar.

Sementara itu, komite penasihat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) diketahui akan berkumpul pada Kamis 21 Oktober mendatang untuk membahas tentang booster vaksin Covid-19 baru kemudian akan mengumumkan rekomendasi dari mereka sebagai CDC.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini