Dokter Ingatkan Jangan Terlalu Sering Berhubungan Intim, Apa Alasannya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 19 Oktober 2021 22:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 481 2488634 dokter-ingatkan-jangan-terlalu-sering-berhubungan-intim-apa-alasannya-OdrN0aK2Vx.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

SANGAT wajar bagi pasangan suami istri berhubungan intim seminggu sekali. Tapi, apa jadinya kalau berhubungan intim teramat sering?

Menurut Rebecca C. Brightman, MD, seorang asisten profesor klinis kebidanan, ginekologi, dan kedokteran reproduksi di The Icahn School of Medicine, Mount Sinai Health System, New York, soal berapa kali seminggu itu bebas. "Yang penting Anda merasa enak dan tidak sakit, serta bahagia melakukannya," katanya, dikutip dari Health, Selasa (19/10/2021).

Dengan kata lain, buatlah orang yang Anda sayang bahagia, termasuk diri Anda, setiap kali melakukan hubungan badan. Jangan kebahagiaan itu hanya milik satu pihak semata.

Berhubungan Intim

Meski boleh berapa kali pun, Anda tetap mesti tahu 'rem' tubuh terkait dengan aktivitas seksual. Sebab, jika terlalu banyak dan Anda memaksakan diri, itu malah memberi dampak buruk pada kesehatan.

Baca Juga : Usai Bertengkar, Kenapa Pasutri Lebih Bergairah Bercinta?

So, apa dampak dari terlalu sering berhubungan badan?

Diterangkan Sherry A. Ross, obgyn dan ahli kesehatan wanita di Santa Monica, California, seks yang terlalu banyak menyebabkan pembengkakan berlebih pada Miss V dan labia. Hal ini akibat terlalu banyak rangsangan seksual di Miss V dan labia.

Pasutri

"Miss V dan labia berisiko berdarah dan ini menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit yang berlebihan ketika kontak seksual dilakukan kembali," terangnya.

Baca Juga : Berhubungan Intim Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Boleh atau Tidak?

Bahkan, sambung dr Ross, durasi seks yang terlalu panjang juga bisa menyebabkan pelumasan alami Miss V mengering. Kalau sudah begitu, setiap gesekan yang terjadi karena intercorse, akan menyebabkan rasa sakit yang tak tertahankan.

"Jika Anda tidak melakukan foreplay sebelum penetrasi, ini akan sangat mudah untuk Miss V mudah mengering dan itu yang menyebabkan seks menjadi tidak nikmat karena rasa sakit," tambah dr Ross.

"Kekeringan Miss V banyak dialami para perempuan menopause, dan itu yang membuat mereka merasa sensasi terbakar setiap kali penetrasi dilakukan," singkatnya melengkapi informasi.

Menjadi pertanyaan sekarang, apa yang bisa dilakukan jika Miss V membengkak ketika terlalu banyak atau durasi seks terlalu panjang?

Dokter Brightman menyarankan agar perempuan mengompres Miss V-nya dengan air es untuk meredakan pembengkakan yang terjadi. Anda juga diminta untuk menghentikan aktivitas seksual dalam beberapa waktu sampai kondisi Miss V kembali sehat.

"Jika kejadian ini terjadi, maka sebagai pencegahan tidak ada salahnya menggunakan pelumas atau extra virgin coconut oil untuk menciptakan kelembapan ekstra di Miss V," sarannya.

Bagaimana dengan pria, apakah ada efek buruk juga jika melakukan seks terlalu sering?

Pasutri

Ya, pria pun bisa mengalami rasa tidak nyaman pada Mr P karena seks yang terlalu banyak. "Mr P bisa terasa sakit, perih, bengkak, lecet, dan rasa terbakar. Bahkan, pada beberapa kasus susah buang air kecil,' kata dr Ross.

Menjadi catatan penting bagi pria bahwa semakin sering berhubungan badan, semakin besar risiko infeksi kandung kemih. Ini karena terganggunya keseimbangan pH alami di Miss V. "Ketika bakteri di Miss V dan anus masuk ke kandung kemih, maka risiko masalah semakin tinggi," tegas dr Ross.

Untuk mencegah masalah tersebut, saran dr Ross, Anda diminta untuk membiasakan menggosok kandung kemih Anda setelah melakukan penetrasi seksual dengan pasangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini