Thailand Pilih Tak Pakai Vaksin Sinovac Lagi, Apa Alasannya?

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 19 Oktober 2021 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 612 2488564 thailand-pilih-tak-pakai-vaksin-sinovac-lagi-apa-alasannya-r9vD0sqZB0.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

VAKSIN Sinovac merupakan salah satu vaksin Covid-19 yang keluar pertama kali. Memang, efikasi vaksin Sinovac tidak terlalu tinggi dibandingkan vaksin-vaksin merek lainnya.

Sayangnya, dengan adanya varian baru seperti Delta dan Delta Plus, membuat banyak orang semakin wasapada. Apalagi, varian tersebut membuat efektivitas vaksin Sinovac mengalami penurunan.

Hal inilah yang kemudian menjadi pertimbangan Thailand untuk tidak lagi memakai vaksin Sinovac. Seperti dilapor Channel News Asia, dari keterangan seorang pejabat senior pada Senin 18 Oktober kemarin, Thailand akan berhenti memakai vaksin Covid-19 jenis Sinovac dalam program vaksinasi nasionalnya.

Tapi, Thailand tetap akan menghabiskan stok persediaan vaksin Sinovac yang tersisa. “Kami ekspektasikan sudah bisa mendistribusikan semua dosis vaksin Sinovac pada pekan ini,” ujar pejabat kesehatan Thailand, Opas Karnkawinpong.

Opas menyebutkan, selanjutnya program vaksinasi akan beralih dengan menggabungkan vaksin AstraZeneca dengan yang dibuat oleh Pfizer dan BioNTech.

Sejak Februari 2021, Thailand tercatat sudah menggunakan sebanyak 31,5 juta dosis vaksin Sinovac. Dimulai untuk vaksinasi dua dosis kepada kelomok pekerja garis terdepan, kelompok orang beresiko tinggi, dan penduduk di Pulau Phuket, yang mana dibuka kembali untuk turis pada awal skema percontohan.

Juli 2021, pemerintah Thailand memulai memnvaksin warganya dengan metode pencampuran vaksin beda merek. Vaksin Sinovac sebagai dosis pertama lalu diikuti dengan vaksin AstraZeneca untuk dosis kedua.

Dengan cara ini, menjadikan Thailand sebagai negara pertama yang mengombinasikan penggunaan vaksin buatan China dengan vaksin Covid-19 buatan Barat, strategi yang menurut otoritas kesehatan Thailand terbukti efektif.

Sebagai upaya pengendalian pandemi Covid-19, pemerintah Thailand dikatakan berencana akan membeli sebanyak total 120 juta dosis vaksin Covid-19 pada tahun 2022. Saat ini, Thailand sudah memesan 60 juta dosis vaksin AstraZeneca, yang diproduksi secara lokal.

Thailand sendiri saat ini tercatat sudah kurang lebih memvaksinasi 36 persen dari total populasi, estimasi 72 juta penduduknya dan berharap sudah bisa mencapai 70 persen dari total penduduk pada akhir tahun 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini