Pengobatan Kanker Bisa Sebabkan Vaksin Covid-19 Tak Efektif

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 19 Oktober 2021 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 612 2488647 pengobatan-kanker-bisa-sebabkan-vaksin-covid-19-tak-efektif-12ENAyEPfE.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

MANTAN Menteri luar negeri Amerika Serikat Colin L. Powell dikabarkan meninggal karena Covid-19. Padahal, menteri era Presiden George W. Bush sudah mendapatkan vaksinasi lengkap.

Penyebab meninggalnya, tidak lain karena Covid-19 telah menyebabkan komplikasi penyakit yang dia miliki. Salah satu penyakit yang dia miliki adalah kanker. Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan, bagaimana pengaruh vaksin Covid-19 terhadap para penderita kanker.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Tjandra Yoga Aditama mengatakan, masalah utama bukan pada aman atau tidaknya vaksin bagi pasien kanker, melainkan efektivitas vaksin khususnya pada bagi pasien dengan gangguan imunitas.

“Beberapa jenis pengobatan kanker seperti kemoterapi, radioterapi, transplantasi sumsum tulang, stem cell dan imunoterapi dapat mempengaruhi imunitas tubuh sehingga vaksin menjadi relatif kurang efektif,” kata dia yang menjabat sebagai Direktur Parca Sarjana Universitas YARSI seperti dilansir dari Antara.

Institut kanker nasional Amerika Serikat (NCI) juga menyatakan, berdasarkan penelitian vaksin Covid-19 dapat jadi kurang efektif pada sebagian pasien kanker.

Tetapi, pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi, radioterapi, imunoterapi dan terapi target dapat diberikan vaksin Covid-19, menurut National University Cancer Institute Singapore (NCIS).

Tjandra mengutip tulisan di Cancer Therapy Advisor pada 31 Agustus 2021 mengungkapkan, berdasarkan penelitian, pasien dengan keganasan hemotologi (kanker darah) memang mendapatkan respon kekebalan lebih rendah sesudah divaksin Covid-19, dibanding dengan pasien dengan kanker padat.

Mengutip The Washington Post, sebagai pasien kanker darah, bahkan yang berhasil diobati, Powell memenuhi syarat mendapatkan dosis vaksin mRNA dan mungkin tidak memiliki respons kekebalan normal dari suntikan awal. Para pejabat kesehatan mengatakan, suntikan tambahan atau booster harus dilihat sebagai cara bagi pasien ini untuk menyelesaikan imunisasi awal.

Komite Bersama untuk Vaksinasi dan Imunisasi di Inggris (JCVI) menyebutkan, kanker darah termasuk dalam sejumlah keadaan penyakit yang memerlukan suntikan vaksin dosis ketiga. Strategic Advisory Group of Expert (SAGE) on Immunization juga merekomendasikan mereka dengan imunosupresi sedang dan berat dapat diberikan vaksin dosis ketiga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini