Hari Osteoporosis Sedunia: Setiap 3 Detik Terjadi Kasus Patah Tulang Akibat Osteporosis

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 20 Oktober 2021 07:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 20 481 2488915 hari-osteoporosis-sedunia-setiap-3-detik-terjadi-kasus-patah-tulang-akibat-osteporosis-HObv17RI2f.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

HARI Osteoporosis Sedunia ditetapkan setiap 20 Oktober 2021. Diharapkan dengan peringatan ini, masyarakat Indonesia menjadi lebih banyak mendapatkan edukasi mengenai osteoporosis.

Menurut International Osteoporosis Foundation (IOF) 2020, osteoporosis adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai dengan penurunan kekuatan tulang, sehingga tulang mudah patah. Data dari Infodatin Osteoporosis 2020 menyebutkan bahwa 2 dari 5 orang Indonesia memiliki risiko osteoporosis.

Risiko osteoporosis bergantung pada seberapa banyak massa tulang yang dicapai di masa muda. Di usia muda, tubuh akan membuat tulang baru lebih cepat dan massa tulang meningkat. Tapi setelah awal usia 20-an, proses ini melambat.

Osteoporosis

Koordinator Penyakit DM & GM, Kementerian Kesehatan RI, dr. Lily Banonah Rivai, M.Epid,mengatakan kebanyakan orang mencapai puncak massa tulang pada usia 30 tahun. Setelah usia ke-35, kepadatan tulang akan terus berkurang 0,3 - 0,5 persen tiap tahunnya.

"Osteoporosis perlu diwaspadai karena dapat terjadi tanpa gejala hingga terjadi patah tulang, sehingga disebut dengan silent disease. Osteoporosis masih menjadi masalah global yang berkembang, setiap tiga detik diperkirakan terjadi patah tulang akibat osteoporosis," kata dr. Lily, dalam virtual media briefing, Selasa (19/10/2021).

Baca Juga : Osteoporosis Bisa Terjadi di Usia 30 Tahun, Yuk Cegah Sejak Dini

Oleh sebab itu, pemenuhan nutrisi dan gerak aktif akan lebih efektif jika dilakukan sejak masih muda. Tujuannya untuk memperoleh pertumbuhan tulang optimal, sehingga memiliki kondisi fisik yang sehat dan tetap merasa muda meski sudah usia lanjut.

"Pada usia lanjut, pemenuhan nutrisi untuk tulang tetap dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang agar tidak terus menurun. Menjaga kesehatan tulang membutuhkan perjalanan panjang yang perlu dilakukan sejak dini, agar tetap kuat bergerak bebas di usia lanjut dan mengurangi risiko osteoporosis," tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini