Panduan Latihan Fisik Sesuai Usia untuk Cegah Osteoporosis

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 20 Oktober 2021 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 20 481 2488971 panduan-latihan-fisik-sesuai-usia-untuk-cegah-osteoporosis-Wh3PhOatDs.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

HARI Osteoporosis Sedunia diperingati setiap 20 Oktober tiap tahun. Ternyata hingga saat ini masih ada kesalahpahaman di masyarakat terkait dengan osteoporosis. Banyak yang menganggap osteoporosis hanya masalah pada lansia, namun ini adalah pemahaman yang salah.

Sebagaimana diketahui, osteoporosis adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai dengan penurunan kekuatan tulang, sehingga tulang mudah patah. Osteoporosis menjadi penyebab 8,9 juta kasus patah tulang setiap tahun. Bahkan setiap tiga detik terjadi satu kasus patah tulang.

Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi), dr. Bagus Putu Putra Suryana, SpPD-KRmengatakan patah tulang menyebabkan rasa nyeri, disabilitas, deformitas, dan kematian. Osteoporosis disebabkan oleh massa tulang puncak.

"Nutrisi dan latihan fisik yang baik sejak usai dini dapat meningkatkan pencapaian massa tulang puncak. Salah satunya dengan mencukupi kalsium dan vitamin D. Kebutuhan tiap hari untuk usia > 50 tahun kalsium 1.000 mg dan vitamin D 600 IU," terang dr. Bagus.

Adapun latihan fisik atau olahraga sesuai usia yang dianjurkan meliputi:

1. Anak-anak dan remaja

Lompat Tali

Meningkatkan kepadatan tulang 1-6 persen setiap enam bulan.

Minimal 40 menit setiap hari.

Olahraga weight bearing, berjalan, berlari, skipping, dll.

Baca Juga : Kunci Cegah Osteoporosis, Rutin Olahraga dan Penuhi Kecukupan Nutrisi

2. Dewasa

Mencegah penurunan massa tulang, kekuatan otot, dan postur tubuh.

Minimal 30-40 menit, sebanyak 3-5 kali seminggu.

Latihan fisik, weight bearing, tahanan, disesuaikan secara individual.

3. Lanjut usia

Mempertahankan tonus dan kekuatan otot, memperbaiki keseimbangan.

Minimal 30-60 menit latihan aerobik sedang setiap hari. 150-300 menit per minggu.

Tergantung usia dan kondisi kesehatan, bersifat aerobik, tahanan dan weight bearing ringan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini