Jangan Undang Gelombang Ketiga Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 20 Oktober 2021 18:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 20 481 2489203 jangan-undang-gelombang-ketiga-covid-19-R0wKDKqWPI.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: Nature)

RUPANYA Ketua Satuan Tugas (Satgas) Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Zubairi Djoerban meminta masyarakat untuk terus waspada dan berhati-hati. Sebab, gelombang ketiga Covid-19 itu akan muncul apabila diundang.

"Diundang tergantung dengan perilaku manusia dan perilaku virus. Melalui virus ketika ada varian yang tidak mempan dengan antibodi," kata Prof. Zubairi, dalam Podcast di channel YouTube Deddy Corbuzier, Rabu (20/10/2021).

 pandemi Covid-19

Prof. Zubairi menjelaskan misalnya seseorang yang terinfeksi Covid-19 memiliki antibodi. Kalau tanpa gejala (OTG) maka antibodinya bisa selama satu bulan. Tapi kalau agak serius sakitnya maka bisa sampai 6 bulan antibodinya.

"Ada virus baru, hanya butuh dua minggu sudah dapat tembus. Nah, varian baru yang dari Amerika bisa melakukannya," lanjut Prof. Zubairi.

Saat ini Amerika sudah ada 173 juta lebih orang yang divaksinasi secara penuh yakni dua kali. Dari 173 juta orang yang divaksinasi ini ternyata ada 20 ribu lebih yang sakit dan masuk rumah sakit. Sementara yang meninggal dunia masih 5 ribu lebih.

"Tetapi dibandingkan dengan orang yang belum vaksinasi, angkanya masih lebih rendah. Tapi dengan adanya varian baru, kinerja vaksin menjadi tidak efektif bisa saja terjadi. Sehingga jangan terlalu percaya diri," tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini