5 Alasan Wanita Lebih Rentan Osteoporosis dibanding Pria

Calista Angelina, Jurnalis · Kamis 21 Oktober 2021 18:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 21 481 2489670 5-alasan-wanita-lebih-rentan-osteoporosis-dibanding-pria-xF9kvYa5Fl.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

OSTEOPOROSIS, kondisi pengeroposon tulang dapat dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita. Namun, survei membuktikan mayoritas yang mengalami kondisi ini adalah wanita.

Dilansir dari Medical Alliance New Jersey, Menurut National Osteoporosis Foundation, ada sekitar 10 juta orang Amerika menderita osteoporosis. 80% nya adalah wanita. Mengapa wanita lebih berisiko terkena osteoporosis dibandingkan pria? Ada 5 beberapa alasan yang perlu Anda ketahui.

1. Perbedaan bentuk dan ukuran tulang

Osteoporosis

Tulang wanita cenderung lebih kecil dalam kerangka dibanding pria. Selain itu tulang wanita kurang padat dan lebih tipis.

Saat osteoporosis (tulang keropos) berkembang, Anda kehilangan massa dan kepadatannya itulah sebabnya tulang menjadi lebih ringan dan lebih rapuh. Mirisnya, sebagian besar orang yang menderita osteoporosis tidak mengetahuinya sampai mereka mengalami patah tulang. Bagi wanita, risiko patah tulang akibat osteoporosis lebih besar daripada risiko gabungan serangan jantung, stroke, dan kanker payudara.

Baca Juga : 4 Fakta Osteoporosis yang Diprediksi Sebabkan 6,3 Juta Orang Patah Tulang di 2050

2. Menopause berpengaruh pada tulang

Hormon wanita yakni estrogen berfungsi untuk melindungi tulang Anda. Setelah menopause, estrogen yang dihasilkan tubuh lebih sedikit oleh karena itu Anda kehilangan perlindungan tulang tersebut.

Massa tulang yang rendah juga menjadi salah satu faktor risiko utama osteoporosis, kira-kira setengah dari wanita di atas usia 50 tahun memiliki massa tulang yang rendah dan rentan mengalmi osteoporosis.

3. Kekurangan Vitamin

Mengonsumsi makanan atau suplemen dengan kandungan kalsium dan vitamin D itu penting dalam mengurangi risiko terkena osteoporosis.

Wanita membangun massa tulang sampai sekitar usia 18 tahun. Oleh karena itu, sangat penting mengonsumsi makanan atau suplemen tinggi kalsium pada waktu muda. Namun, setelah usia 18 tahun, kalsium juga masih tetap penting.

Bukan hanya Kalsium, Vitamin D juga penting agar memungkinkan tubuh Anda menyerap kalsium secara lebih efisien. Penting juga untuk Anda berjemur, jika terkena paparan sinar matahari tubuh Anda otomatis membuat vitamin D. Para ahli umumnya merekomendasikan berjemur 10-15 menit saja per hari. Pastikan bagian tangan, lengan, dan wajah ikut terpapar. Namun, Anda juga bisa memperoleh Vitamin D dengan mengonsumsi beberapa makanan seperti ikan berlemak.

4. Ras dan etnis

Sekitar 20% wanita kulit putih dan wanita Asia-Amerika di atas usia 50 tahun menderita osteoporosis. Lalu etnis lainnya mengalaminya dibawah usia 50 tahun.

Beberapa perbedaan mungkin karena kurangnya screening (pemeriksaan kesehatan), tetapi faktor lainnya yang dialami juga karena intoleransi laktosa atau kondisi dimana tubuh tidak dapat mencerna produk laktosa seperti susu dan produk olahannya yang memiliki kalsium yang dibutuhkan tubuh.

5. Wanita hidup lebih lama

Osteoporosis

Peluang Anda terkena osteoporosis meningkat seiring bertambahnya usia. Faktanya, para wanita cenderung hidup lebih lama dibanding pria itulah mengapa mereka memiliki risiko yang lebih besar mengalami osteoporosis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini