Mengenal Motif Sarung Batik Ganjar Pranowo, Apa Maknanya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 22 Oktober 2021 17:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 194 2490269 mengenal-motif-sarung-batik-ganjar-pranowo-apa-maknanya-vrQjcbzrNY.jpg Ganjar Pranowo. (Foto: Instagram)

MERAYAKAN hari Santri Nasional kali ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pergi ke kantor menggunakan sarung batik. Dari unggahan video yang dibagikan di Instagram, Ganjar Pranowo memilih sarung batik hitam-putih dengan motif batik yang terlihat simple namun indah dilihat.

MNC Portal coba mencari tahu apa makna di balik sarung batik Ganjar di Hari Santri Nasional itu. Menurut Desainer Motif Batik dan Penggiat Batik Tulis Pewarna Alami, Agnes Dwina Herdiasti, terpancar kesan optimisme dan dinamis dari motif batik yang dipilih Ganjar Pranowo.

Agnes memulai analisis dari motif batik yang ada pada bagian depan, yaitu motif garis-garis diagonal, termasuk motif lereng atau liris yang merupakan pengembangan kontemporer dari motif parang.

Ganjar

Motif lereng atau liris sifatnya dinamis, bermakna usaha yang terus-menerus dan tekad yang kuat. Ia melanjutkan, motif lereng itu di dalamnya ada ragam hias yang bervariasi.

"Nah, yang dipakai Pak Ganjar mungkin lereng blabak, hiasannya bunga-bunga. Makna umum motif tanaman atau bunga adalah memberikan keindahan (bersumbangsih) dalam kehidupan sosial," terang Agnes pada MNC Portal melalui pesan singkat, Jumat (22/10/2021).

Jika dilihat seksama, ada dua jenis motif batik di sarung Ganjar Pranowo tersebut. Ya, jika bagian depan motif lereng, bagian belakang terlihat ada pemanis yaitu motif tumpal untu walang (gigi belalang) yang berbentuk segitiga saling berhadapan.

"Motif tersebut ada yang menyebutnya pucuk rebung, punya arti tunas-tunas atau harapan yang bermunculan. Suatu optimisme," kata Agnes.

Menariknya, tumpal kata Agnes, biasanya disematkan di bagian depan. Nah, Ganjar menempatkannya di bagian belakang. "Biasanya tumpal ditempatkan di bagian depan, tapi Pak Ganjar lebih suka lerengnya di depan, jadi tumpalnya ditempatkan di belakang," tambah Agnes.

Tumpal sendiri merupakan tepian kain batik atau sarung batik yang diumpamakan seperti kepalanya kain. Motifnya berbeda dari bagian kain. "Jadi, biasanya tumpal itu dijadikan centerpiece," ungkap Agnes.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini