Kisah Enzy Storia, Nyaris Lumpuh Akibat Penyakit Autoimun

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 22 Oktober 2021 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 481 2490168 kisah-enzy-storia-nyaris-lumpuh-akibat-penyakit-autoimun-xnt0L0DsGY.jpg Enzy Storia (Foto: Inst)

RUPANYA artis cantik Enzy Storia memang sudah tidak asing lagi di masyarakat. Sejumlah sinetron telah dibintanginya dengan apik di layar kaca. Namun, siapa sangka gadis cantik ini pernah mengidap penyakit autoimun yang membuatnya nyaris mengalami kelumpuhan.

Ia pun membagikan kisah hidupnya tersebut saat menjadi bintang tamu dalam acara podcast di channel YouTube Daniel Mananta beberapa waktu lalu.

 Enzy

Masa kelam Enzy bersama penyakitnya tersebut dimulai pada masa SMA. Kala itu Enzy yang masih berjuang hidup dengan keterbatasan ekonomi yang dihadapi keluarganya menderita bengkak pada kaki kirinya. Kondisi tersebut ia alami pada saat awal masuk kelas 3 SMA. Meski mengalami sakit, namun ia tampak tidak ambil pusing dan menganggap ringan penyakitnya.

“Jadi awalnya kakiku yang kiri bengkak kayak orang asam urat ketika awal-awal kelas 3 SMA. Lalu aku pikir awalnya itu asam urat atau keseleo karena Aku anaknya kan aktif banget. Lalu di bawalah Aku sama teman ke salah satu tukang urut patah tulang. Setelah diurut bukannya sembuh malah makin bengkak, sampai suatu hari sampai jalan pincang-pincang ke sekolah,” ungkap Enzy.

Ia menjelaskan pada saat itu masalah ekonomi menjadi salah satu faktor yang membuatnya enggan untuk berobat menuju dokter.

Enzy pun awalnya berharap kalau penyakitnya tersebut dapat hilang dengan sendirinya dan tidak banyak mengeluh. Tapi lama-kelamaan ia sadar akan kesalahannya sehingga pengobatannya pun telat dilakukan.

“Sampai pada suatu hari Aku ke rumah teman yang bernama Nanda. Dia punya dokter internis di Puri Cinere. Jadi sebelum pulang sekolah ke rumah Nanda, kita mampir dulu ke rumah sakit karena mamanya mau kontrol ke dokter internisnya. Terus ketika di cek, aku jelaskan gejalanya apa. Dan kebetulan dokter tersebut memiliki pasien yang memiliki gejala serupa jadi langsung divonis memiliki rheumatoid arthritis (RA),” lanjutnya.

Setelah divonis mengalami RA, Enzy pun diminta untuk mencari penyakit tersebut di internet dan diberikan rujukan untuk tes laboratorium. Sebab penyakit autoimun itu tidak bisa self diagnose dan harus melakukan tes lab. Kepada Daniel Mananta, ia pun menggambarkan gejala RA yang ia rasakan pada saat itu.

“Jadi pertama kali yang aku rasakan adalah sekujur badan terasa kaku. Jadi rasa kakunya itu seperti orang habis olahraga atau nge-gym kan biasanya ada rasa sakit. Nah rasa sakitnya itu bisa 3 sampai lima kali lipat sakitnya. Jadi seperti kaku, remuk, sakit. Terus kalau dipegang rasanya seperti teriris dan perih, tapi badan tidak panas,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini