Dulu Bersatu Lawan Penjajah, Pemuda Indonesia Kini Perang Lawan Covid-19

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Sabtu 23 Oktober 2021 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 23 612 2490433 dulu-bersatu-lawan-penjajah-pemuda-indonesia-kini-perang-lawan-covid-19-9ODnnJw9bR.jpg Pameran Sumpah Pemuda. (Foto: Instagram)

MENYAMBUT Hari Sumpah Pemuda, pameran tentang pers dihelat di M Bloc Space Jakarta. Ada makna di balik pameran ini yang mengingatkan masyarakat akan peran pers.

Direktur Perfilman, Musik dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Ahmad Mahendra menjelaskan, berbicara tentang Sumpah Pemuda, masyarakat perlu memahami jika fondasi kebangsaan Indonesia dibangun oleh tradisi pers para pemuda Indonesia di awal abad 20.

"Pers saat itu adalah alat perlawanan terhadap kolonialisme, sekaligus menyatukan kolektivitas tanah air dalam kesadaran berbangsa”, ungkapnya lewat keterangan tertulis Museum Sumpah Pemuda. 

Ahmad menambahkan, para pemuda dengan patriotismenya di era pergerakan nasional sebagian besar adalah para jurnalis, seperti Tjipto, Soekarno, Siti Sundari, W.R.  Supratman, dan sebagainya. Mereka bergerak bersama melawan penjajah, mengabarkan semangat persatuan Indonesia, dan juga menyadarkan masyarakat bahwa mereka mempunyai  sebuah bangsa bernama Indonesia yang layak untuk diperjuangkan dan dimerdekakan.

Karena itu, tema pameran yang dipilih sekarang ini adalah Lawan. Karena masyarakat bisa belajar dari pengalaman sebagai sebuah bangsa,

Jika dahulu masyarakat bersatu melawan kolonialisme, sekarang saatnya bergotong royong, menyongsong tantangan demi tantangan Indonesia di era global.

"Betapa pentingnya merawat semangat persatuan dan kebinekaan kita dalam simpul kebangsaan,” jelasnya.

Sementara itu, dihubungi terpisah, di mata Ketua Institut Harkat Negeri Sudirman Said, pemuda Indonesia punya peran besar pascapandemi. Di momen peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober juga bisa mempersatukan anak bangsa menghadapi tantangan bangsa kekinian.

"Kalangan muda bersatu melampaui sekat-sekat sosial untuk bersama mengatasi pandemi Covid-19. Ini sesuatu yang harus dibangkitkan dan dipersatukan bagaimana mengajak kaum muda yang kebanyakan memiliki latar belakang pendidikan dan intelektual lebih baik dibanding generasi sebelumnya," imbuhnya.

Bahkan anak muda juga bisa saling sinergi dan kolaborasi. Sehingga terjadi saling belajar, saling menopang dalam bekerjasama mengatasi akibat wabah Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini