Pecahkan Rekor, Perempuan Ini Kena Covid-19 Sampai Setahun Lamanya

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 23 Oktober 2021 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 23 612 2490591 pecahkan-rekor-perempuan-ini-kena-covid-19-sampai-setahun-lamanya-2HEfCAnHo7.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SETIAP orang memang memiliki kekebalan tubuh yang berbeda antara satu dengan lainnya. Tidak heran jika kesembuhan Covid-19 sangat berbeda antar-setiap Individu.

Mereka yang sehat pun akan lebih cepat sembuh dibanding mereka yang memiliki penyakit komorbid. Pada beberapa orang, Covid-19 hanya berlangsung beberapa hari atau minggu, tapi ada juga yang mengalami Covid-19 berbulan-bulan.

Tapi, ada kisah pasien kanker terinfeksi virus Covid-19 selama hampir satu tahun. Dia terpapar Covid-19 varian baru dan menjadikanya kasus Covid-19 terlama yang pernah dilaporkan.

Wanita berusia 47 tahun itu, seperti diungkap Science Magazine, pertama kali dirawat di National Institutes of Health (NIH) di Maryland akibat Covid-19 pada musim semi tahun 2020. Namun, infeksinya berlanjut selama 335 hari. Dia juga mendapatkan hasil tes positif Covid-19 berulang dengan gejala yang masih ada dan membutuhkan oksigen tambahan di rumah.

Meskipun tesnya menunjukkan positif, tingkat virus di tubuhnya hampir tidak terdeteksi selama berbulan-bulan setelah infeksi awalnya. Kemudian, pada Maret 2021, tingkat virusnya melonjak lagi. Para peneliti membandingkan genom dari sampel yang dikumpulkan selama infeksi awal dengan yang lebih baru dan menemukan virusnya masih sama.

Dengan kata lain, pasien ini tidak terinfeksi ulang, tetapi terus menyimpan virus yang sama selama hampir satu tahun, kata para penulis studi.

Seperti dikutip Antara dari Live Science, virus corona baru kemungkinan dapat bertahan begitu lama di tubuh wanita itu karena dia memiliki sistem kekebalan yang terganggu akibat pengobatan limfoma atau kanker di bagian sistem kekebalan. Dia pernah diobati dengan terapi sel CAR-T sekitar tiga tahun lalu, yang melemahkan sistem kekebalannya dengan menghabiskan sebagian besar sel B atau sel sistem kekebalan yang membuat antibodi.

Ahli virologi molekuler di NIH sekaligus penulis studi, Elodie Ghedin mengatakan, kasus infeksi pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah memberi Anda gambaran tentang bagaimana virus menjelajahi ruang genetik.

Dalam sampel virus corona dari pasien limfoma, para peneliti menemukan dua penghapusan genetik, satu di beberapa gen yang mengode protein spike atau pintu masuk virus corona, dan lainnya.

Pada kasus ini, infeksi kronis jarang terjadi, tetapi dapat menyebabkan varian baru, karena virus memiliki lebih banyak waktu dan ruang untuk berkembang di dalam tubuh dengan sistem kekebalan yang lemah.

Kini, sang wanita pasien limfoma yang dirawat karena infeksi Covid-19 telah sembuh dan telah mendapatkan beberapa tes Covid-19 negatif sejak April lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini