Belajar dari Kasus Rachel Vennya, Psikolog: Jika Mengaku Influencer Berilah Contoh yang Baik

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 23 Oktober 2021 17:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 23 612 2490604 belajar-dari-kasus-rachel-vennya-psikolog-jika-mengaku-influencer-berilah-contoh-yang-baik-YLtcUYcN7u.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KABURNYA selebgram Rachel Vennya dari tempat karantina di Wisma Atlet memang mendapat sorotan tajam. Hampir semua orang mengkritik keputusan yang diambil oleh influencer tersebut.

Buntut dari kasus tersebut, ada dua orang oknum dari TNI yang dicopot jabatannya. Rachel Vennya pun harus menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya bahkan akun Instagram dan Twitternya menghilang.

Lantas, kenapa sih orang-orang sangat marah terhadap kelakukan Rachel Vennya? Psikolog Dr. Ade Iva Wicaksono, Msi selaku Dosen Fakultas Psikologi Univ Pancasila menilai amarah masyarakat tersebut sangatlah wajar.

Menurutnya, selama ini Rachel Vennya mendapat dukungan dari para penggemarnya. Oleh sebab itu, adalah tugasnya untuk mengembalikan kepercayaan dari masyarakat dengan memberikan contoh yang baik.

“Jadi siapapun yang menyatakan dirinya influencer, siapapun yang bisa memengaruhi masyarakat, berilah contoh yang baik. Yang kita butuhkan sekarang bukan yang banyak ceramah, tapi yang bisa prove yourself,” ujar Dr. Ade Iva Wicaksono saat dihubungi oleh Okezone.

Meskipun Covid-19 di Jakarta sudah membaik tapi bukan berarti penyakit tersebut sudah tidak ada. Nyatanya masih banyak orang tidak peduli akan protokol kesehatan. Oleh karena itu, dihimbau bagi seluruh orang memiliki privilege dan platform pergunakanlah sebaik mungkin.

Influencer yang tergerak untuk membagikan informasi terkait meningkatkan kesadaran masyarakat akan COVID, beri contoh yang baik, dan jadi pengaruh yang baik bagi bangsa Indonesia.

Sekadar informasi, Rachel Vennya dan pacarnya, Salim Nauderer, mendatangi Polda Metro Jaya, Kamis 21 Oktober 2021. Dia diperiksa selama 9 jam di Polda Metro Jaya soal kasus kaburnya saat karantina. Rachel Vennya dicecar 35 pertanyaan oleh polisi.

Pemeriksaan tersebut seputar kronologi kaburnya Rachel Vennya, manajernya dan pacarnya saat karantina. Polisi mengungkap selebgram itu terancam 1 tahun penjara jika terbukti melanggar ketentuan karantina.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebut ada dugaan pasal persangkaan di Pasal Wabah Penyakit dan UU Karantina Kesehatan.

Tapi, beberapa saat setelah pemanggilannya ke Polda Metro Jaya, akun Instagram dan Twitter Rachel Vennya tiba-tiba hilang. Followers Rachel Vennya sendiri sudah mengalami penurunan ratusan ribu semenjak kabar dia kabur dari tempat karantina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini