Menkes: Tak Mudah Ubah Prilaku Prokes Masyarakat

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 23 Oktober 2021 21:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 23 612 2490688 menkes-tak-mudah-ubah-prilaku-prokes-masyarakat-bML3wl1Y3O.jpg Menkes Budi Guna Sadikin. (Foto: Setkab)

VIRUS Covid-19 memang nampaknya tidak akan bisa benar-benar dihilangkan. Seiring dengan berkembangnya antibodi tubuh, maka virus Covid-19 pun akan menjadi seperti flu biasa.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, mengendalikan pandemi Covid-19 jauh lebih penting dibandingkan dengan menghilangkannya. Pasalnya Covid-19 tidak mungkin bisa dihilangkan dengan cepat.

Sebagaimana diketahui saat ini kasus Covid-19 di Tanah Air sudah menurun secara signifikan. Meski demikian pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Terbukti sejumlah negara tetangga sedang mengalami peningkatan kasus Covid-19.

“Dengan kita bisa menurunkan laju penularan, diharapkan pada suatu saat jumlah orang yang perlu dirawat di rumah sakit, selalu di bawah kapasitas rumah sakit kita,” terang Menkes Budi, dalam penjelasannya yang disiarkan di channel YouTube Kemenkes, Sabtu (23/10/2021).

Lebih lanjut Menkes Budi juga berupaya agar layanan kesehatan berjalan dengan lancar selama masa pandemi Covid-19. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah agar terus dapat melayani kesehatan masyarakat dengan baik dengan menciptakan sistem telemedicine.

“Kita atur kembali dengan menggunakan information technology. Kita kerjasama dengan 11 perusahaan start-up telemedicine. Sehingga bisa melakukan konsultasi tanpa harus bertemu,” lanjutnya.

Terkait dengan situasi Covid-19 yang sedang menurun, Menkes Budi memiliki cara tersendiri agar masyarakat bisa tetap patuh untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Caranya dengan melakukan pendekatan gerakan.

“Khusus untuk protokol kesehatan, ini kan mengubah perilaku, butuh waktu dan butuh disiplin. Ini tidak mungkin dilakukan secara eksklusif. Ini harus inklusif melibatkan semua. Pendekatannya tidak bisa pendekatan program harus pendekatan gerakan atau movement,” tuntasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini