Hari Polio Sedunia, Ketahui Penyebab dan Cara Mencegahnya

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 24 Oktober 2021 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 24 481 2490847 hari-polio-sedunia-ketahui-penyebab-dan-cara-mencegahnya-7xPyCqhl8o.jpg Ilustrasi Hari Polio Sedunia lakukan pencegahan dengan vaksinasi. (Foto: Shutterstock)

HARI Polio Sedunia diperingati setiap tanggal 24 Oktober. Ini menjadi peringatan bagi masyarakat internasional akan pentingnya kesehatan serta mencegah polio sejak dini. Virus polio termasuk golongan Human Enterovirus yang bereplikasi di usus dan dikeluarkan melalui tinja.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), virus polio terdiri dari tiga strain yaitu strain-1 (Brunhilde), strain-2 (Lansig), dan strain-3 (Leon), termasuk family Picornaviridae.

Baca juga: Kemenkes Jelaskan Pentingnya Telehealth bagi Kesehatan di Masa Depan 

Penyakit polio dapat menyebabkan kelumpuhan dengan kerusakan motor neuron pada cornu anterior dari sumsum tulang belakang akibat infeksi virus.

Vaksinasi mencegah polio.

Virus polio yang ditemukan dapat berupa virus polio vaksin/sabin, virus polio liar/WPV (Wild Poliovirus), dan VDPV (Vaccine Derived Poliovirus). VDVP merupakan virus polio vaksin/sabin yang mengalami mutasi dan dapat menyebabkan kelumpuhan.

Baca juga: Dukung Pencegahan Osteoporosis, Wapres Ma'ruf Amin Ajak Atasi Sejak Dini 

VDPV diklasifikasikan dalam tiga kategori yaitu:

1. Immunodeficient-related VDPV (iVDPV) berasal dari pasien imunodefisiensi.

2. Circulating VDPV (cVDPV) ketika ada bukti transmisi orang ke orang dalam masyarakat.

3. Ambiguous VDPV (aVDPV) apabila tidak dapat diklasifikasikan sebagai cVDPV atau iVDPV.

Penetapan jenis virus yang dimaksud ditentukan berdasarkan pemeriksaan laboratorium. Identifikasi VDPV berdasarkan tingkat perbedaan dari strain virus OPV.

Virus polio dikategorikan sebagai VDPV apabila terdapat perbedaan lebih dari 1 persen (>10 perubahan nukleotida) untuk virus polio tipe 1 dan 3. Sedangkan untuk virus polio tipe 2 apabila ada perbedaan lebih dari 0,6 persen (>6 perubahan nukleotida).

Baca juga: Kemenkes Kelebihan Bayar Insentif Nakes 2021, Berapa Jumlahnya? 

Sementara itu, dikutip dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dijelaskan bahwa orang yang berisiko tinggi terkena polio adalah anak di bawah 5 tahun.

Kemudian dalam kasus global, sejak 1988, orang yang terkena polio menurun hingga 99 persen, dari sekira 350.000 kasus di lebih dari 125 negara endemik saat itu menjadi 33 kasus yang dilaporkan pada 2018.

Baca juga: 6 Gejala Asam Urat pada Kaki, Salah Satunya Timbul Benjolan Keras 

Lantas, bagaimana cara mencegahnya?

Menurut WHO, sampai saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit polio. Akan tetapi bisa dicegah dengan pemberian vaksinasi polio, di mana diberikan sejak anak masih berusia balita.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini