Hari Dokter Nasional Diperingati Setiap 24 Oktober, Yuk Ketahui Lagi Sejarahnya

Ajeng Wirachmi, Jurnalis · Minggu 24 Oktober 2021 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 24 481 2490931 hari-dokter-nasional-diperingati-setiap-24-oktober-yuk-ketahui-lagi-sejarahnya-sz9NlBeiob.jpg Ilustrasi sejarah Hari Dokter Nasional. (Foto: Shutterstock)

HARI Dokter Nasional diperingati setiap tanggal 24 Oktober. Ini sekaligus menjadi hari lahirnya Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Peringatan kali ini sedikit berbeda, karena masih dalam suasana berjuang mengatasi pandemi covid-19.

Sebagaimana dilansir laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), IDI sudah terbentuk jauh sebelum diresmikannya Hari Dokter Nasional. IDI resmi dibentuk pada 1950. Namun demikian, rupanya organisasi ini sudah terlebih dahulu eksis sejak tahun 1911.

Baca juga: Hari Dokter Nasional, Jokowi: Mereka Bertaruh Nyawa Selamatkan Bangsa 

Ketika itu, namanya adalah Vereniging van Indische Artsen. Pada tahun 1926, IDI berubah nama menjadi VGI atau Vereniging Van Indonesische Genesjkundigen. Perubahan nama ini dilandaskan pada pemikiran bahwa profesi dokter dianggap telah menimbulkan rasa kesatuan.

Ilustrasi Hari Dokter Nasional. (Foto: Shutterstock)

Pembentukan VGI juga dibentuk sebagai upaya menyejajarkan kedudukan dokter Belanda dan dokter pribumi, terutama dari segi kualitasnya.

Baca juga: Sejarah Hari Polio Sedunia yang Diperingati Setiap 24 Oktober 

Kongres pertama VGI digelar di Kota Solo, Jawa Tengah, pada 1940. Dalam kongres itu, diutus Profesor Bahder Djohan untuk membina dan memikirkan istilah-istilah baru dalam dunia kedokteran. Laman IDI menyebutkan sudah ada 3 ribu istilah baru dalam dunia kedokteran saat itu.

Namun, VGI terpaksa dibubarkan pada 1943 lantaran adanya invasi Jepang. Organisasi ini berganti nama menjadi Hooko-Kai.

Lima tahun usai kemerdekaan, tepatnya pada 30 Juli 1950, sebuah pertemuan yang menghasilkan Muktamar Dokter Warganegara Indonesia atau PMDWNI digelar. Hal itu tercetus atas usul dari dr Seni Sastromidjojo, DP-PDI (Perkumpulan Dokter Indonesia), dan PB Perthabin (Persatuan Thabib Indonesia).

Baru kemudian Muktamar I Ikatan Dokter Indonesia atau MIDI digelar selama tiga hari, yakni 22 hingga 25 September 1950 di Deca Park dan diresmikan pada Oktober. Dalam muktamar itu, dr Sarwono Prawirohardjo terpilih sebagai ketua umum pertama IDI. IDI resmi mendapat legalitas hukum di depan notaris tepat pada 24 Oktober 1950.

Baca juga: Kemenkes Jelaskan Pentingnya Telehealth bagi Kesehatan di Masa Depan 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini