Laboratorium Ini Bayar Orang Rp78 Juta untuk Terinfeksi Covid-19, Berminat?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 25 Oktober 2021 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 25 481 2491241 laboratorium-ini-bayar-orang-rp78-juta-untuk-terinfeksi-covid-19-berminat-qqxu8jpkUq.jpg Virus corona (Foto: Nature)

RUPANYA salah satu hotel di London diubah menjadi laboratorium eksperimen jadi yang pertama di dunia karena menginfeksi manusia dengan Covid-19. Ya, artinya subjek penelitian akan dibuat terinfeksi Covid-19 oleh para peneliti dengan sengaja.

Adalah Whitechapel Hotel di East End, London, Inggris. Di sana peneliti mengadakan uji coba terobosan yang membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk disiapkan.

 bayar orang agar terinfeksi Covid-19

Menariknya, subjek penelitian yang setuju mengikuti penelitian eksperimental ini akan diberikan uang sebesar sekitar Rp58,6 juta hingga Rp78 jutaan. Peneliti ingin mengamati bagaimana tubuh manusia melawan virus.

Jadi, seperti apa kehidupan subjek penelitian di laboratorium eksperimental itu?

Dilaporkan New York Post, mereka akan tinggal di 19 kamar selama sekitar dua minggu lengkap dengan TV dan PlayStation untuk menghibur mereka. Di hotel laboratorium itu pun diketahui ada troli dengan penyeka, botol dan peralatan lain yang diperlukan untuk memantau para sukarelawan.

Kamera pemantau juga dipasang di pintu kamar tidur sehingga staf dapat memeriksa pasien. Uji coba ini direncanakan akan dimulai tahun depan.

Lebih lanjut, bukan hanya Covid-19 yang akan diuji, tetapi orang-orang terinfeksi virus dan bakteri lain juga, untuk melihat bagaimana mereka bertahan saat menghadapi vaksin atau perawatan eksperimental yang dimiliki peneliti.

"Dunia datang berbondong-bondong ke pintu kami, seperti industri apotek besar, apotek kecil, menanyakan apakah mereka bisa terlibat dalam uji coba luar biasa ini," terang Cathal Friel, ketua eksekutif perusahaan.

Apa yang dilakukan peneliti?

Selain memantau subjek penelitian, para peneliti juga melakukan uji coba yang melibatkan virus 'liar' yang diisolasi, kemudian menumbuhkannya di laboratorium, dan memproduksinya dengan standar tertentu.

Karena adanya prosedur tersebut, peneliti sampai mengubah beberapa elemen bangunan untuk memastikan virus 'tidak lepas' dari laboratorium. Tingkat keamanan super tinggi diterapkan di laboratorium eksperimental tersebut.

Friel yang memulai perusahaan lebih dari dua tahun yang lalu, awalnya sebagai bisnis layanan farmasi yang membantu pengembang obat Amerika untuk meluncurkan perawatan penyakit langka di Eropa, berkata tiba-tiba bisnisnya dilirik dunia.

"Ya, kami yang awalnya melakukan satu atau dua studi setahun, tahun depan akan mencapai 15. Dunia telah 'terbangun' dengan fakta bahwa kita perlu mengisi kembali rak dengan vaksin dan antivirus," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini