Strategi Pemerintah Cegah Lonjakan Positif Covid-19 Jelang Libur Nataru

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 25 Oktober 2021 20:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 25 481 2491532 strategi-pemerintah-cegah-lonjakan-positif-covid-19-jelang-libur-nataru-7LIZnOEjoo.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: Le devoir)

PEMERINTAH terus berupaya untuk mencegah lonjakan kasus positif Covid-19 pada akhir tahun.

Sebab pada akhir tahun ini, diprediksi gelombang Covid-19 akan berpotensi muncul sebab banyak libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Sebagaimana diketahui, kasus Covid-19 di Indonesia saat ini sedang dalam posisi melandai. Bahkan kasus Covid-19 sempat mencapai angka di bawah seribu. Oleh sebab itu Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan masyarakat harus mempertahankan tren positif ini.

 kasus Covid-19

"Jadi arahan bapak presiden agar dipastikan jangan sampai di acara atau di waktu Nataru terjadi lonjakan gelombang berikutnya karena ada banyak acara-acara penting tahun depan seperti G20 yang sangat bergantung kepada kepercayaan pimpinan-pimpinan dunia," kata Menkes Budi, Senin (25/10/2021).

Ia menambahkan jika terdapat lonjakan kasus Covid-19, maka akan sangat mengganggu kehadiran dan suksesnya acara tersebut. Alhasil pemerintah pun melakukan upaya antisipasi dengan melakukan arahan-arahan yang telah disampaikan Presiden sebelumnya. Salah satunya adalah memonitor varian baru Covid-19.

"Kami sudah Memonitor kemungkinan adanya varian-varian baru. Kami sudah lihat bahwa di Inggris ada satu varian yang berpotensi mengkhawatirkan yaitu AY 4.2 yang belum masuk di Indonesia yang sekarang terus kami monitor perkembangannya," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, varian AY 4.2 merupakan turunan dari varian Delta yang lumayan meningkatkan kasus konfirmasi yang ada di Inggris cukup lama sejak Juli sampai Oktober tahun ini dan masih terus meningkat.

"Kemudian yang kedua kita juga melihat bahwa beberapa negara di Eropa memang juga kasusnya meningkat terus. Hal yang ketiga kita juga memonitor seluruh kabupaten dan kota yang ada di Indonesia dalam kurun waktu 4 minggu terakhir," lanjutnya.

Kalau dibandingkan Juli memang kasus Covid-19 menurun, namun saat ini pemerintah sudah mengamati dalam 4 minggu terakhir ada 105 kabupaten kota di seluruh Indonesia yang tersebar di 30 provinsi yang kasusnya mulai menunjukkan peningkatan dalam dua minggu terakhir.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini