Peneliti Sebut 8 dari 10 Orang Indonesia adalah Dermawan

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 25 Oktober 2021 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 25 612 2491214 peneliti-sebut-8-dari-10-orang-indonesia-adalah-dermawan-boXP0sDp5D.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

AKSI sosial dan donasi di masa pandemi masih berlanjut dan dilakukan oleh siapapun. Kali ini aksi sosial menyasar lansia, anak yatim, penyandang disabilitas juga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Seperti diketahui, Laporan World Giving Index (WGI) yang dirilis oleh CAF (Charity aid Foundation) menempatkan Indonesia di peringkat pertama dengan skor dari 69%, naik dari dari skor 59% di indeks tahunan terakhir yang diterbitkan pada tahun 2018. Pada saat itu, Indonesia juga menempati peringkat pertama dalam WGI.

The World Giving Index (WGI) adalah laporan tahunan yang diterbitkan oleh Charities Aid Foundation, menggunakan data yang dikumpulkan oleh Gallup, dan memeringkat lebih dari 140 negara di dunia berdasarkan seberapa dermawan mereka dalam menyumbang.

Pada laporan WGI 2021 Indonesia menempati 2 peringkat teratas dari 3 katagori atau indikator yang menjadi ukuran WGI, yakni menyumbang pada orang asing/tidak dikenal, menyumbang uang dan kegiatan kerelawanan/volunteer.

 Donasi

Hasil penelitian CAF menunjukkan lebih dari 8 (delapan) dari 10 orang Indonesia menyumbangkan uang pada tahun ini, sementara tingkat kerelawanan di Indonesia tiga kali lipat lebih besar dari rata-rata tingkat kerelawanan dunia.

Ya, donatur bisa datang dari banyak kalangan dan menyasar semua golongan. Termasuk lansia, anak yatim, penyandang disabilitas hingga ODGJ.

Perwakilan Derma Express Rila Lisangan mengatakan, peran dalam berbagi di momen aksi sosial ini tentunya sangat membantu masyarakat. Mengingat pandemi masih belum usai dan masyarakat membutuhkan kepedulian seperti ini.

"Berbagi kepada mereka yang membutuhkan merupakan salah satu langkah nyata kontribusi dalam melakukan aksi sosial," katanya lewat keterangan tertulis.

Supaya lebih akrab, kata Rila, aksi berbagi yang dilakukan di Jakarta ini diberikan secara langsung dan diisi dengan kegiatan menghibur. Masyarakat pun akan senang karena bisa bersosialisasi seperti ini.

"Kegiatan ini tentu disambut baik, apalagi bksa bercengkrama dengan anak, orang tua, para disabilitas serta ODGJ dengan bencengkrama satu sama lain," tutupnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini