Menkes Budi Ingatkan Varian AY.4.2 Berpotensi Mengkhawatirkan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 26 Oktober 2021 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 481 2491829 menkes-budi-ingatkan-varian-ay-4-2-berpotensi-mengkhawatirkan-ItAGDXklII.jpeg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

MENTERI Kesehatan - Menkes Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan tentang varian AY.4.2 yang berpotensi mengkahwatirkan. Menurutnya varian tersebut saat ini sedang menyebar di beberapa negara lain yang menyebabkan kasus global meningkat saat ini.

Sebagaimana diketahui saat ini kasus Covid-19 di Indonesia memang sedang menurun dengan signifikan. Namun di sisi lain, beberapa negara di dunia sedang mengalami gelombang ketiga Covid-19, salah satunya adalah Inggris.

Menkes Budi

"Kami sudah Memonitor kemungkinan adanya varian-varian baru. Kami sudah lihat bahwa di Inggris ada satu varian yang berpotensi mengkhawatirkan yaitu AY.4.2 yang belum masuk di Indonesia yang sekarang terus kami monitor perkembangannya," terang Menkes Budi

Baca Juga : Sudah Sembuth, Ini 5 Cara Cegah Kembali Terinfeksi Covid-19

Sebagaimana diketahui, varian AY.4.2 merupakan strain baru turunan dari varian Delta. Varian ini lumayan meningkatkan kasus konfirmasi yang ada di Inggris cukup lama. Terhitung sejak Juli sampai Oktober 2021 kasus Covid-19 di negara tersebut masih terus meningkat.

"Kemudian kita juga melihat bahwa beberapa negara di Eropa memang juga kasusnya meningkat terus," lanjutnya.

Ilmuwan Senior, Kamil Khafizov yang bekerja di kantor pemerintah Rusia mengatakan sub-varian AY.4.2 lebih menular daripada varian pendahulunya. Ia menyebut bahwa varian AY.4.2 dari strain Delta telah terdeteksi dalam kasus terisolasi di Rusia.

“Ini kemungkinan besar akan menyebar luas di Rusia dan dunia. Kami melihat lebih banyak kasus sub-strain ini," terang Khafizov, sebagaimana dilansir The Moscow Times, Selasa (26/10/2021).

Khafizov mengatakan AY.4.2 memiliki kemampuan 10 persen lebih menular daripada varian Delta. Pejabat kesehatan Rusia mengatakan varian Delta adalah jenis dominan dari gelombang keempat pandemi. Varian ini telah membanjiri rumah sakit negara itu di tengah tingkat vaksinasi yang sangat rendah.

Meski demikian, para ilmuwan masih yakin pada efektivitas vaksin yang ada saat ini terhadap varian. AY.4.2. Sebab varian jenis baru tersebut tidak begitu berbeda dengan yang lama. Sehingga tidak secara radikal mengubah kemampuan untuk mengikat antibodi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini