Pandemi, Pekan Kebudayaan Nasional Digelar Secara Daring

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 26 Oktober 2021 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 612 2491886 pandemi-pekan-kebudayaan-nasional-digelar-secara-daring-U1AO5mdC0Y.jpg Melestarikan kebudayaan nasional (Foto: Pixabay)

RUPANYA Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan pada tahun ini akan kembali menyelenggarakan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN), bertajuk Cerlang Nusantara, Pandu Masa Depan.

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan, penyelenggaraan PKN sebagai pagelaran berbasis budaya di tengah-tengah situasi pandemi diharapkan dapat memastikan nyala api dan semangat kebudayaan tetap terjaga di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

 pekan kebudayaan secara daring

Ia menjelaskan, PKN tahun ini berusaha mengajak masyarakat untuk kembali mengenali jati diri dan khazanah budaya bangsa sebagai suatu aset, dan mengadaptasinya dengan cara hidup yang kekinian untuk menjawab tantangan dari perkembangan dan perubahan zaman kedepannya.

"Tema ini dimaksudkan untuk menjawab problem utama hari ini adalah problem gaya hidup," terangnya dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, Pekan Kebudayaan Nasional terpaksa dilaksanakan secara daring antara 19 sampai dengan 26 November 2021. Kegiatan dilakukan secara daring karena mencegah penularan virus corona. Namun memang pekan kebudayaan harus dilakukan karena penting untuk melestarikan budaya bangsa.

Farid menjelaskan, Pekan Kebudayaan Nasional menitikberatkan kepada kearifan-kearifan lokal sebagai akar dari ketahanan budaya.

"Untuk menuju ke sana pada tahun ini program-program pada PKN 2021 disusun dengan berdasarkan pada sandang, pangan, dan papan, sebagai hal fundamental dalam kehidupan masyarakat," tuturnya.

Menurutnya, kebudayaan bisa jadi pandu menuju Normal Baru. Kebudayaan Nusantara telah dihasilkan lewat praktik sosial selama ribuan tahun dan terbukti membuat kita bertahan hingga hari ini.

"Ke sana kita perlu menengok untuk mencari jalan keluar dari dilema hari ini di tengah pandemi," katanya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini