Efek Sering Menonton Film Dewasa bagi Otak

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 26 Oktober 2021 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 612 2491916 efek-sering-menonton-film-dewasa-bagi-otak-Oe8DLvDfCa.jpg Nonton film dewasa (Foto: Ask gramps)

BAGI sebagian orang menonton film dewasa alias porno adalah hal yang biasa. Namun, tanpa disadari, kebiasaan sering menonton dewasa dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang.

Hal ini diungkapkan seorang mahasiswa asal Kanada yang menyebut menonton film porno dapat mengikis bagian penting pada saraf otak.

 nonton porno

Orang yang gemar menonton film dewasa bisa mengubah pikiran seseorang kembali seperti dalam kondisi remaja. Ahli Saraf, Rachel Anne Barr yang merupakan seorang peneliti di Canada’s Universite Laval membenarkan hal tersebut.

Ia mengklaim konsumsi pornografi dan kepuasan secara instan dapat membuat efek yang merusak perkembangan jalur saraf otak.

Barr menyebut kabel-kabel saraf ini akan memengaruhi proses belajar dan memori setiap orang. Video porno nantinya akan mengubah saraf-saraf tersebut yang membuat kemampuan otak untuk beradaptasi berubah dan lebih rentan terhadap efek hiper-stimulasi.

"Di lab kami mempelajari kabel saraf yang mendasari proses belajar dan memori. Sifat-sifat video porno menjadikannya pemicu yang kuat untuk plastisitas, kemampuan otak untuk berubah dan beradaptasi. Video porno juga sangat rentan terhadap efek hiper-stimulasi,” terang Barr, menyadur dari VT, Senin (26/10/2021).

Lebih lanjut Barr juga menjelaskan bahwa terlalu sering mengonsumsi pornografi dapat menyebabkan seseorang mengalami berbagai hal negatif. Beberapa hal negatif itu seperti, depresi, disfungsi ereksi dan kematangan emosi yang terhambat bagi para penggunanya.

Pernyataan yang diungkapkan Barr bukan berdasarkan fakta. Ia pun telah mengutip dua penelitian untuk memperkuat gagasan tersebut. Salah satunya adalah perubahan dalam transmisi dopamin dapat menimbulkan depresi dan kecemasan.

Hal tersebut terbukti dengan laporan bahwa pengonsumsi video porno memiliki gejala depresi yang lebih besar, kualitas hidup yang lebih rendah. Selain itu mereka juga akan memiliki kesehatan mental yang jauh lebih buruk dibandingkan mereka yang tidak menontonnya.

Sementara penelitian kedua mengklaim bahwa pornografi membuat para penggunanya mengalami desensitisasi terhadap materi grafis atau kekerasan seksual. Kondisi ini sesuai dengan apa yang disebutkan oleh seorang Psikiater bernama Norman Doidge.

"Pornografi memenuhi setiap prasyarat untuk perubahan neuroplastik. Ketika para pornografer mendorong untuk memperkenalkan tema baru yang lebih keras, maka mereka harus melakukannya. Pasalnya pelanggan video porno membangun toleransi,” ucap Doidge.

Saat ini klaim Barr tidak dapat diperdebatkan. Tetapi saat ini banyak orang yang telah menyadari bahwa pornografi itu berdampak buruk bagi manusia.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini