Menkes Monitor Ketat Sub Varian Delta AY.4.2 yang Ngamuk di Inggris

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 27 Oktober 2021 11:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 481 2492435 menkes-monitor-ketat-sub-varian-delta-ay-4-2-yang-ngamuk-di-inggris-GGzM7Fc7Nh.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) merilis data mengenai kasus varian Delta dan sub variannya yang merupakan mutasi dari varian Delta. Dipastikan tidak ada kasus AY.4.2 di Indonesia yang merupakan penyebab lonjakan kasus di Inggris.

Ya, Inggris mengalami lonjakan kasus Covid-19 meski vaksinasi sudah lebih dari 70 persen dari total populasi. Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, hal ini dikarenakan varian Covid-19.

"Di Inggris, vaksinasi sudah 70% lebih, tapi kasusnya tetap naik. Jadi memang strategi vaksinasi saja tanpa dibarengi strategi 3T dan 3M tetap bisa bobol," ujar Menkes Budi di konferensi pers virtual, Selasa (26/10/2021).

Lonjakan kasus di Inggris sendiri diakibatkan beredarnya virus sub varian Delta yaitu AY.4.2. "Dan sub varian Delta itu kini kami monitor ketat," tegas Menkes Budi.

Baca Juga : Menkes Budi Ingatkan Varian AY.4.2 Berpotensi Mengkhawatirkan

Di Indonesia sendiri, Menkes Budi membeberkan, ada 22 sub varian Delta, termasuk kasus varian Delta itu sendiri. Total kasusnya yaitu 4.358 kasus. Namun tak ada satu kasus pun dari sub varian Delta AY.4.2.

Secara lebih detail, berikut data selengkapnya:

Varian Delta

1. AY.23 (3.050 kasus)

2. AY 24 (963 kasus)

3. B.1617.2 (205 kasus)

4. AY.4 (71 kasus)

5. AY.39 (18 kasus)

6. AY.26 (10 kasus)

7. AY.33 (10 kasus)

8. AY.16 (5 kasus)

9. AY.11 (4 kasus)

10. AY.29 (3 kasus)

11. AY.37 (3 kasus)

12. AY.17 (2 kasus)

13. AY.3 (2 kasus)

14. AY.32 (2 kasus)

15. AY.7.1 (2 kasus)

16. AY.1 (1 kasus)

17. AY.10 (1 kasus)

18. AY.15 (1 kasus)

19. AY.20 (1 kasus)

20. AY.23.1 (1 kasus)

21. AY.34 (1 kasus)

22. AY.39.1 (1 kasus)

23. AY.5 (1 kasus)

"Kasus sub varian Delta AY.23 dan AY 24 sudah ada di Indonesia, khusus untuk AY.23, kini sedang merambah di Singapura," terang Menkes Budi.

Dengan data ini, sambung Menkes Budi, Kemenkes melakukan strategi yaitu mencegah varian-varian Covid-19 lainnya masuk ke Indonesia dan pihaknya memastikan akan memonitor ketat varian-varian yang ada di dunia.

"Intinya, jangan sampai varian masuk, lalu menular ke masyarakat, dan membuat masyarakat masuk rumah sakit. Jadi, strateginya lebih ke hulu," terangnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini