Menkes Tegaskan Obat Molnupiravir Hanya untuk Pasien Covid-19 Gejala Ringan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 27 Oktober 2021 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 481 2492443 menkes-tegaskan-obat-molnupiravir-hanya-untuk-pasien-covid-19-gejala-ringan-nKenFSSJyx.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

OBAT oral-antivirus Molnupiravir ditargetkan tiba di Indonesia pada akhir 2021. Kementerian Kesehatan pun sudah melakukan kesepakatan dengan produsen obat yaitu Merck agar target tersebut terlaksana dengan baik.

Ada catatan penting yang ditekankan Menkes Budi Gunadi Sadikin terkait pemanfaatan obat Molnupiravir untuk terapi Covid-19. Ia menegaskan bahwa obat ini hanya diberikan pada pasien Covid-19 gejala ringan.

"Molnupiravir ini obat untuk orang terinfeksi Covid-19 bergejala ringan, bukan yang sudah masuk rumah sakit. Jadi, obat ini diberikan pada pasien dengan saturasi masih di atas 95%," tegas Menkes Budi dalam konferensi pers virtual, Selasa (26/10/2021).

Obat Molnupiravir

Ia pun menerangkan terkait tujuan pemberian Molnupiravir pada pasien Covid-19 gejala ringan, yaitu agar mereka tidak mengalami perburukan kondisi sehingga masuk rumah sakit. "Jadi, obat ini tujuannya 50% mencegah orang masuk rumah sakit," katanya.

Soal dosis obat, Molnupiravir diberikan dengan dosis 2 x 800 mg selama 5 hari. Ini setara dengan 40 tablet oral dengan masing-masing 200 mg untuk 1 kali siklus terapi.

Baca Juga : Diklaim Obat Covid-19, Molnupiravir Dicurigai Bisa Sebabkan Kanker dan Cacat Lahir

Sekarang yang sudah dilakukan apa?

Menkes Budi menerangkan bahwa Kemenkes sudah melakukan pendekatan dengan Merck dan juga beberapa pabrikan farmasi di seluruh dunia yang sudah diberikan lisensi oleh Merck untuk membeli Molnupiravir yang direncanakan tiba pada Desember 2021.

"Kami juga sedang dalam proses diskusi dengan Merck kalau bisa kita bikin di dalam negeri, agar kita memiliki ketahanan kesehatan yang lebih baik," tambah Menkes Budi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini