Jangan Takut Konsumsi Obat Meski Gagal Ginjal, Ini Alasannya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 27 Oktober 2021 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 481 2492633 jangan-takut-konsumsi-obat-meski-gagal-ginjal-ini-alasannya-BwzAIFtYJk.jpg Obat (Foto: Middle east medical)

RUPANYA musisi legendaris Oddie Agam mengembuskan napasnya di RSUP. Persahabatan pada Rabu (27/10/2021) sekira pukul 11.00 WIB usai berjuang keras melawan penyakit ginjal yang dideritanya.

Sebagaimana diketahui, gagal ginjal merupakan salah satu penyakit yang banyak menyerang masyarakat di seluruh dunia. Penyakit ini membutuhkan treatment khusus, salah satunya dengan cara hemodialisa (cuci darah). Oleh sebab itu gagal ginjal disebut sebagai penyakit dengan biaya termahal setelah jantung, kanker, dan stroke

 obat

Selain hemodialisa, pasien gagal ginjal juga harus dibantu dengan asupan-obat-obatan. Perlu diketahui bahwa obat-obatan yang harus dikonsumsi pasien gagal ginjal tidaklah sedikit, sehingga membuat penderitanya takut apabila harus mengonsumsi obat-obatan tersebut untuk jangka waktu yang lama.

Ketua Umum PB PERNEFRI, dr. Aida Lydia, PhD, Sp. PD-KGH, menjelaskan agar pasien dengan gagal ginjal tidak perlu takut untuk mengonsumsi obat-obatan dalam jangka waktu yang lama. Sebab dengan resep dan anjuran yang tepat dari dokter spesialis, maka konsumsi obat tidak akan memengaruhi atau merusak ginjal.

“Minum obat justru tidak merusak ginjal justru penyakit pembawanya yang merusak ginjal tersebut. Seperti hipertensi yang bisa merusak jantung, ginjal, dan memengaruhi mata. Diabetes juga sama akan memengaruhi kerusakan ginjal, bukan karena mengonsumsi obat diabetes,” kata dr. Aida.

Oleh sebab itu memperhatikan segala faktor risiko dan rutin melakukan pemeriksaan sejak dini dapat mencegah terjadinya penyakit ginjal. Pasalnya hipertensi dan diabetes menjadi dua faktor utama pemicu terjadinya gagal ginjal.

“Pokoknya sejak sebelum orang sakit. Pada usia muda tekanan darah bisa diperiksa secara tahunan. Tapi kalau usai diatas 50 tahun harus lebih sering, karena tekanan darah lebih gampang tinggi karena pembulu darahnya kaku,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini